Istri Super Jorok
"Marni, aku ingin jujur padamu, tapi aku ingin kau berjanji untuk bisa memahami, bahwa yang aku ceritakan ini adalah kondisi di masa lalu. Bukan masa saat ini."
"Ada apa, Mas?"
"Sejujurnya, pernikahan kita tak seperti yang kuceritakan."
Mata Marni melebar.
"Kita dijodohkan, tanpa rasa cinta, tanpa pacaran. Layaknya orang yang dijodohkan, kita memiliki perbedaan yang sering membuat kita bertengkar. Sampai suatu waktu, kau mengatakan bahwa kau mencintaiku, dan aku menjawab, tak bisa membalasnya."