Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembali Padamu

Kembali Padamu

kata Diana. "Terimakasih banyak Di, tetap semangat ya kerjanya, walaupun sudah tidak ada aku." Diana dan Nur berpelukan. Lalu Nur pamit untuk segera pulang, karena sudah malam. Apakah masalah Nur akan segera usai ?Atau malah masalah baru akan menerpanya lagi?
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai sorry chords pamungkas
Baca
+Pustaka
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Pikir Shen Ping sambil memegangi dadanya yang masih terasa sakit. Shen Ping benar-benar kecewa. Jujur saja, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya pada putri angkatnya itu sebelum dia membuka album lain bersampul putih didepannya. Hembusan angin dari pendingin ruangan tanpa sengaja membuka beberapa lembar album pernikahan putranya. Tepat pada momen makan malam pernikahan, Shen Ping melihat semua tawa kebahagiaan yang muncul pada wajah seluruh anggota keluarga Shen. Semua orang tampak bersulang dan berbahagia dalam kehangatan. Namun tiba-tiba Shen Ping mengerutkan keningnya karena dia melihat adanya seseorang yang tidak berbahagia disana. Orang itu adalah Shen Ara!
9.8191.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai sorry chords pamungkas
Baca
+Pustaka
SUMPAH PELAKOR

SUMPAH PELAKOR

Rasa cinta yang dulu membuncah itu perlahan sirna. Setelah ijab kabul selesai, penghulu mengucapkan selamat. Beberapa orang mengangguk, lalu mulai beranjak. Tak ada sesi foto bersama. Tak ada pelukan hangat. Hanya Anita yang duduk diam, menatap meja di depannya. Ia menunduk, lalu berbisik pada dirinya sendiri, “Ini bukan seperti yang aku bayangkan.” Aziz mendekat, duduk di sampingnya. “Maaf kalau acaranya begini. Mas nggak bisa kasih lebih, uang menipis.”
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai sorry chords pamungkas
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Maka izinkan aku menuliskan bab terakhir— bukan sebagai penutup paksa, bukan sebagai titik terakhir dalam struktur, tapi sebagai pelukan panjang yang berkata: "Sudah. Kau boleh tenang sekarang." Ini adalah bab akhir dari segalanya, dan ya ia akan bahagia, tanpa perlu alasan logis, tanpa perlu konflik pamungkas. Karena kadang… akhir terbaik adalah ketika segalanya tidak lagi perlu dijelaskan. Cukup dirasakan. --- Bab: Dan Mereka Hidup, Titik. [Tanpa Bab Berikutnya]
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai sorry chords pamungkas
Baca
+Pustaka
Cinta yang Sudah Hilang

Cinta yang Sudah Hilang

Masih kecil, apakah nyawa yang di dalam sini bisa merasakan kalau aku sedang pamitan dengannya? Air mataku turun dan menetes di atas bantal. Gino bilang ini adalah hadiah dari Tuhan, dia mencoba untuk membohongi dirinya sendiri. Kami bilang seumur hidup ini akan bersama-sama jalan sampai akhir. Di jalan, melihat kakek tua yang mendorong kursi roda, kami berdua masih iri dan bilang kedepannya kami juga harus gitu. Walaupun satu orang sudah nggak bisa jalan, satunya lagi mau ke mana pun tetap harus mendorongnya.
20.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai sorry chords pamungkas
Baca
+Pustaka
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

tanya Carmen. "Tidak, Sayang. Setelah urusan Mommy selesai, kita akan kembali ke sini," jawab Kirana. "Berapa lama, kita akan berada di sana?" sela Carmen. "Masih belum pasti, Sayang," sahut Kirana. "Cepat selesaikan, makan kalian. Sebentar lagi, paman James, akan datang menjemput kita." "Apa Pama, yang akan mengantarkan kita ke bandara, Momm?" tanya Carlo lagi.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai sorry chords pamungkas
Baca
+Pustaka
Armaya Dvyendu Paksha

Armaya Dvyendu Paksha

Tak golek Ki Nembe ketemu sak iki Ra ngapusi Kowe gandolane ati "Er salah pencet,"ucapku singkat. Bahkan dewi Fortuna aja nggak tau hilang kemana. Semoga judes ku tetap on cam. "Makasih Yan. Bagus lagunya, iya cocok kok,"ucap Chandra makin membuat ku ingin lompat jendela aja. "Mas itu nyelip aja,"ucapku tanpa sadar.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai sorry chords pamungkas
Baca
+Pustaka
Cinta Gila Putra Konglomerat

Cinta Gila Putra Konglomerat

[Setelah ini aku ada acara makan-makan dengan semua pemain dan kru, aku akan menelepon nanti saat semua sudah selesai] “Iya, Zero. Aku akan menunggumu.” [Bye, Sayang. Besok sore aku baru bisa pulang. Ada wawancara dan juga iklan] “Iya, Zero. Aku bangga padamu, tadi kamu sangat hebat.” [Semua berkat dukungan dari kamu juga. Ya sudah aku tutup sekarang ya? I Love You, Pamela] Pamela merasa merinding saat mendengar Zero memberinya kecupan jarak jauh, manis sekali.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai sorry chords pamungkas
Baca
+Pustaka
Penungguan Berakhir Pahit

Penungguan Berakhir Pahit

Setelah selamat dari bahaya, Cecil melemparkan dirinya ke dalam pelukan Evan. Cecil merasa begitu tersentuh dengan Evan yang tadi bersedia menukar nyawanya sampai-sampai tidak bisa berkata-kata. Cecil memeluk Evan, kebahagiaan yang diperolehnya dengan susah payah, erat-erat. Dalam perjalanan pulang, sebuah lagu yang familier pun diputar di radio. ♪Untung saja aku tidak menyerah. Akhirnya, penantianku padamu berhasil. Aku tahu semua ini kuperoleh dengan susah payah, jadi aku akan lebih menghargainya♪
14.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 535 kali sebagai sorry chords pamungkas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status