KUBELI KESOMBONGAN KELUARGA SUAMIKU
Tak penting.
Kubuka tas belanja tadi, lalu mengeluarkan jajananan serta buku dongeng yang kubeli di sebelah minimarket. Vito bersorak senang, tak terasa air mataku mengembun. Anak sekecil ini, harus merasakan sakitnya tidak diinginkan oleh orang tua.
"Mau Tante bacain?" tawarku.
"Mau, Tante."
Kunaikkan tubuh kecil Vito ke atas ranjang, lalu mulai membacakan kisah si cerdik kancil. Meski aku merasa, ada yang aneh pada diriku semenjak kepergian Risti dan Rio tadi.