SERULING SAKTI SANG NAGA
Seseorang memasuki gua, membawa semangkuk cairan yang mengepul.
"Guru?" Qi Yun terperangah, matanya melebar tak percaya saat mengenali sosok yang berdiri di hadapannya. Chang Kong, gurunya yang sudah lama tak berjumpa, kini berdiri di sana, wajahnya yang bijaksana dihiasi kerutan-kerutan usia.
"Kau beruntung aku datang tepat pada waktunya," ujar Chang Kong, suaranya dalam dan penuh wibawa. "Terlambat sedikit saja, kau pasti sudah mati!"