Janji Setia
ucap Nuwa, dan petugas itu bingung, “terima kasih maksudku.”
“Ehm, aku harus panggil apa dengan pengajar di atas? Antum?” tebak Nuwa.
“Bukan, antum itu untuk sesama lelaki yang usianya sama. Ka—”
“Anta kalau begitu?” Nuwa tak sabaran.
“Bukan, itu sama dengan antum.”
“Terus, anti?”
“Bukan, itu untuk perempuan seumuran.”
“Terus, bukan unta, kan?”
“Bukan, astaghfirullah, Ukthi, tak boleh begitu, kalau tak hormat dengan guru bagaimana ilmu bisa masuk. Panggil mereka Seikh (syeh).”
Capítulos Populares