Cinderella Tanpa Sepatu Kaca
"Aku dengar pegawai dari semua butik Dahayu diundang. Bisa cuci mata dan sekalian cari kenalan. Belum lagi undangan dari teman-teman keluarga Dahayu sendiri."
Jingga hanya menatap ketiga temannya itu heran. Usia mereka rata-rata sudah seperempat abad lebih, tapi masih saja berpikiran begitu. Berharap bisa menjadi Cinderella dalam satu malam dengan menghadiri pesta. Kalaupun bisa terwujud, kemungkinannya sangatlah kecil. Semua yang mereka angankan itu hanyalah harapan kosong bak pungguk merindukan bulan. Jingga saja yang kehilangan sebelah sepatunya tak juga bertemu pangeran tampan, malah bertubi-tubi mengalami kesialan. Mungkin karena Jingga sengaja melemparnya ke kepala seseorang bukannya m