You Are Mine
Yuca menarik napas dalam, ia harus siap menghadapi kenyataan.
Yuca menepuk kedua pipinya pelan agar bangun dari mimpi panjangnya. "Demi Tuhan, Yuna, ini sudah sebulan lebih lo putus sama laki-laki berengsek itu. Kalian cuma pacaran dua bulan yang dilandasi taruhan. Lo nggak seharusnya sedih berlarut-larut begini. Naja memang ganteng, tinggi, tipe ideal lo, tapi ganteng aja nggak cukup buat bahagia. Lo berhak bahagia!" monolog Yuca pada dirinya sendiri. Ia mengentakkan kakinya sebelum melangkah keluar rooftop.
Hot Chapters