Gairah yang Terlarang
Saat pintu terbuka, lorong hotel terasa begitu sunyi, hanya suara langkahnya yang menggema di karpet tebal.
Dia berhenti di depan kamar 702, ragu-ragu sebelum mengetuk pintunya. Beberapa detik berlalu sebelum pintu terbuka, memperlihatkan sosok Kiera yang berdiri dengan senyum penuh kemenangan.
"Aku tahu kau akan datang," kata Kiera sambil melangkah mundur, mengundang Sienna masuk.
Sienna menatapnya tajam sebelum melangkah masuk. "Apa yang kau inginkan?"