Aroma Manis
"Mau!"
"Tidak!
"Tidak!"
"Mau!" Aralt tersenyum puas mendengarnya, ia langsung membenamkan wajahnya di cekuk leher Emely sambil menoel-noelkan hidungnya dengan gemas di sana. Emely sendiri tak tahan karena kegelian membuat bulu romanya merinding.
"Hentikan Aralt, ini sangat geli."
Aralt tersenyum, ia menghentikan aktifitas tersebut, tapi menggantinya dengan hal baru, yaitu mengecup lembut leher Emely yang menciptakan sensasi lain, yaitu nyaman dan menggairahkan.
Bab Populer