Aku Tak Menginginkan Cinta yang Datang Terlambat
Nada suara Hyora terdengar masam karena cemburu.
Aku tidak terlalu peduli. "Aku Shad, Shad yang cuma milikmu, bukan Scott."
Hyora tidak cemburu lagi. Dia hanya mendengus dengan tidak puas sambil menggesekkan wajahnya ke pipiku.
Aku berpikir sejenak, lalu bertanya dengan hati-hati, "Gimana kalau kita urus akta nikah?"
Hyora langsung senang. Dia melingkarkan tangan di leherku, lalu berkata dengan sok anggun, "Kita sudah sepakat ya. Kamu yang ngotot mau nikahi aku."