Effervescent
“Kemudian saat aku bangun, aku membayangkan untuk membunuhnya dengan banyak cara kejam yang aku tahu. Kadang-kadang jika aku beruntung didalam mimpiku aku mampu membunuhnya. Kemudian ibuku kembali hidup. Kami mengubur mayatnya, atau menghanyutkannya. Kadang-kadang aku hanya meninggalkan mayatnya. Kami bahagia.
“Tapi aku hanya bermimpi, angel. Saat aku terbangun semuanya terasa menyakitkan. Aku meminum antidepresan, tapi tidak ada yang berpengaruh.”
“Kau punya aku, Damien.” Bisikku pelan.
Damien mengangguk setuju. “Hanya dirimu. Hanya kau yang selalu membuatku tenang. Setiap aku tidur dan memelukmu, aku tidak akan memimpikan apapun. Aku bergantung padamu, tapi aku tidak bisa menyeretmu pada k
Hot Chapters