Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN

SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN

Ucap Felice. “Wahh kedengarannya sangat meyakinkan. Maukah kamu menjambak rambutku juga?” Ucap Keena. “Heeh. Ini pasti mahal sekali.” Ucap Felice sambil membuka minuman colagen. Lalu Felice mencoba satu minuman colagen itu. “Aku menutup tabunganku.” Ucap Keena yang membuat Felice terkejut sampai tidk jadi minum.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as coli enak
Read
+Library
Mengasuh Anak Kembar Dosen Duda

Mengasuh Anak Kembar Dosen Duda

Ia duduk di sofa, padahal tidak dipersilahkan. “Nih aku bawakan masakan kesukaan kamu, semur jengkol, kan?” Satria hampir menyemburkan tawanya karena Maudy tau makanan kesukaan Erlan yang sangat unik bagi orang konglomerat seperti Erlan ini.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as coli enak
Read
+Library
Pria yang Menciumku Malam Itu Ternyata Bosku

Pria yang Menciumku Malam Itu Ternyata Bosku

Asyik ngobrol sembari menikmati santap siang, Keona tidak memperhatikan kalau yang dia masukkan ke dalam mulutnya bukan buncis tapi rawit utuh. Begitu cabai itu tergigit, wajah Keona memerah. Dia ingin memuntahkan kembali, tapi takut dianggap tidak sopan dan para tamu semeja dengannya akan merasa jijik makan bersamanya. Jadi, demi kenyamanan bersama, Keona melanjutkan mengunyah beberapa kali lalu menelan semuanya. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Keona memang tidak bisa makan pedas. Begitu selesai mengunyah, Keona mengambil gelas di depannya dan menengguk habis isinya.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 182 Times as coli enak
Read
+Library
Jerat Sang Iblis

Jerat Sang Iblis

"Minumlah. Koki bilang ini resep kuno untuk meredakan mual." Elena menurut. Rasa jahe yang pedas dan hangat sedikit menenangkan perutnya yang bergejolak. "Terima kasih." Damian tidak beranjak. Dia terus menatap Elena, memindai tubuh istrinya yang dibalut one-piece swimsuit hitam elegan. Perut Elena masih rata, tapi Damian menatap area itu seolah-olah di sana terdapat bom nuklir yang harus dia jinakkan.
10952 viewsCompletedAdded to Library 21 Times as coli enak
Read
+Library
Elena: Luka Terindah

Elena: Luka Terindah

Tiba-tiba pintu dibuka. Rafael masuk sendirian. “Makan,” katanya sambil meletakkan nampan di meja kecil. Elena tidak bergerak. “Kalau kau pikir saya akan meracunimu,” Rafael duduk di kursi, “kau salah. Saya tidak butuh racun.” “Sangat meyakinkan,” Elena mendesis. Rafael tidak tersinggung. “Kau harus makan. Kalau kau mati kelaparan di sini, saya akan terlihat seperti majikan yang ceroboh.”
827 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as coli enak
Read
+Library
Yes, I Do

Yes, I Do

pujiku setelah menelan suapan pertama. Keenan kembali tersenyum mendengar pujianku. “Makanan apa yang tidak kamu sukai?” tanya Keenan. “Makanan dengan bumbu rempah yang terlalu kuat dan makanan dengan aroma yang tidak enak. Contohnya, jengkol atau pete,” jawabku. “Sama,” sahut Keenan dengan mulut yang penuh dengan potongan sushi. Aku menyeruput teh hijau, sebelum melanjutkan makan.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 159 Times as coli enak
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status