Ah! Enak Mas Dokter
Ia melirik sesaat sambil mengulum senyuman manis, lebih manis dari 'gula' kesukaan semut.
Edric tertawa canggung, menggaruk tengkuk yang tidak gatal. "Ya habisnya, masakan kamu emang enak. Daripada makan mi instan terus tiap malam, mending nungguin oseng kangkung kamu, 'kan?"
"Oh, jadi cuma demi kangkung?" Laila mengerucutkan bibir, meski matanya berkilat jahil. "Yang bikin kamu suka aku cuma kangkung?"