Filtern nach
Aktualisierungsstatus
AlleLaufendAbgeschlossen
Sortieren nach
AlleBeliebtEmpfehlungBewertungenAktualisiert
Rebirth: The Mad Alpha Is My New Groom

Rebirth: The Mad Alpha Is My New Groom

Alpha Xavier Anderson of the Shadowveil pack and I have gotten reborn to the night before I awaken my wolf. In my previous life, I was his Luna. We kept each other company and remained deeply in love with each other for the rest of our lives. In this lifetime, Xavier brings over the forbidden drug and forces me to switch wolves with my younger sister, Lina Davis. "Ella, Lina is your sister. How could you bear to watch her get tortured to death by that crazy Alpha from the Silvermoon pack?" Xavier's voice keeps quivering as he speaks. "Lina is Alpha Ryan Miller's fated mate. If you don't switch wolves with her, once she awakens her wolf, Ryan will take her away by force and mark her. If we dare to resist him, that pureblooded lunatic will definitely annihilate the entire Shadowveil pack!" I just sneer mentally at Xavier. All he knows is that Lina had died tragically in our previous lifetime. He thinks that he wasn't able to protect the innocent she-wolf who had admired him since she was a pup. Of course, he doesn't know that Lina had been jealous of me since we were both pups during our previous lifetime. That she-wolf would keep fighting with me over everything in this world. Naturally, Xavier has no idea that Lina kept pestering him shamelessly despite being Ryan's mate. Not only that, but she also had affairs with other wolves. In order to please Xavier, Lina has colluded with the Shadowveil pack and betrayed the Silvermoon pack's core interests. "Don't worry. I'll make sure to hide you well. Ryan will leave once he fails to locate his fated mate. When the time comes, you can take the antidote of the forbidden drug, which allows you to switch wolves with Lina once again. You will always be my Luna, Ella." I just ignore Xavier's conceited speech and grab the drug. Then, I down it in one go. Xavier heaves a sigh of relief. He then turns to comfort Lina, who's still in shock. He won't ever find out that there's no such thing as an antidote for a forbidden drug that's designed to defy the Moon Goddess' will.
Kurzgeschichte · Werewolf
1.0K AufrufeAbgeschlossen
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
The Don's Hidden Heiress: Last Week Alive

The Don's Hidden Heiress: Last Week Alive

When I drink the amber-colored poisonous wine, I can hear the joyful melody of a toast song coming from the manor. The wedding between Emanuela Romano and my ex-fiance, Benedetto Martini, is being held there right now. The elderly butler, Vincenzo Romano, puts away the wine glass with a blank expression. The way he speaks is as somber as one sounds when they give a speech at a funeral. "You know the Don's will very well, Ms. Andreotti. Five years are officially up, yet neither Mr. Andreotti, Mr. Martini, nor Dr. Foscari is willing to pledge their loyalty to you via the blood vow. According to the rules, you must take your own life within seven days. "The Don had left the Ashwine to you as a means of protecting… what little pride you have." Scorching pain begins spreading from my throat. I just smile at Vincenzo in return. Pride? Does a bastard spawn of a loose Iernian woman deserve to retain pride of any sort in the cruel Andreotti family? I begin making my way toward the banquet hall, which is brightly lit. As I walk past the shimmering waters of the pond in the family garden, I can tell that the waters are insanely cold. Then again, nothing is as cold as my icy heart right now. After taking a deep breath, I fall face-first into the pond… only to feel an iron-clad grip wrenching me backward. As such, I collapse onto the lawn heavily. My older brother, Alessandro Andreotti, has bits of grass covering his expensive suit. Disgust is written all over his handsome face. "Eva!" he grits out through his teeth, his voice lowered. "Must you spoil the mood on Emanuela's big day?" He then scoots closer to me, his alcohol-tinged breath fanning over my face. "You want to die, huh? Go ahead and do that, but can you die somewhere further? Don't stain the Andreotti land!" Alessandro turns to walk in the direction of the radiant lights, leaving me on the lawn, completely covered in mud. I can feel the countdown of my lifespan burning my insides. Seven days… I only have seven days to live. Meanwhile, my very own brother wants me to die somewhere further away.
Kurzgeschichte · Mafia
2.6K AufrufeAbgeschlossen
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
Dua Istri CEO

Dua Istri CEO

bundaRey
"Mas ... menikahlah lagi." Bagai di sambar petir, apa yang dikatakan Azzura malam itu terdengar seperti sebuah lelucon untuknya. Setelah percintaan panas keduanya, bahkan rasa lelah dan peluh yang bercampur belum hilang sepenuhnya. Azzura mengucapkan kalimat yang tak pernah Brian duga sebelumnya. Atau mungkin Brian sama sekali tidak pernah memikirkannya. "Apa maksud kamu, Zura?" Brian lelaki normal yang mungkin akan menjadi serakah akan cinta, tetapi tidak sekali pun dia memiliki pikiran seperti itu. Sebanyak apa pun hartanya, setampan apa pun dirinya, dia tak berniat melihat ke arah wanita lain. Untuk apa mendua, jika apa yang dia mau telah dia dapatkan dari Azzura. "Aku ingin Mas menikah lagi." Melihat wajah Azzura kali ini, dia sedang tidak bercanda. Brian sangat tahu jika saat ini istrinya itu tengah serius. Bahkan mungkin tak pernah seserius ini. "Iya. Tapi, untuk alasan apa, Zura?" Brian merasa geram. Bahkan lelaki itu sampai mengepalkan tangannya. Apalagi melihat Zura yang nampak begitu santai saat mengucapkannya. "Tidak ada alasan apa pun. Aku hanya ingin Mas menikah lagi." "Apa kamu sudah bosan padaku dan tak mencintaiku lagi, Zura?" Baru kali ini dia merasa tidak percaya diri di hadapan istrinya. Brian meringsut sedikit menjauhkan tubuhnya dari Azzura. Merasa suaminya sedikit menghindar, Zura mengeratkan pelukannya. Dia membenamkan wajahnya di dada Brian. "Mana mungkin aku bisa bosan padamu, Mas. Dan jangan kamu ragukan rasa cintaku padamu. Aku begitu mencintaimu, hingga rasanya aku tak mampu jauh darimu."
Romansa
1011.6K AufrufeAbgeschlossen
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
Kurzgeschichte · Realistis
1.4K AufrufeAbgeschlossen
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
DONATUR ASI JADI CINTA CEO

DONATUR ASI JADI CINTA CEO

Ulang tahun pertama Elio--putra mereka--seharusnya jadi perayaan cinta bagi Nadine dan Arvan. Namun yang datang justru duka, nisan, dan pengkhianatan. Nadine berdiri di pemakaman anaknya, menggenggam boneka beruang kecil, satu-satunya peninggalan yang masih mengandung aroma tubuh Elio. Anak itu bisa diselamatkan—kalau sang ayah, Arvan, bersedia mendonorkan sumsum. Namun yang Nadine dapatkan bukan pertolongan, melainkan penolakan dan penghinaan serta perselingkuhan dua orang terdekat. Seketika dunia Nadine runtuh, saat sebuah pesan video dari nomor tak dikenal mengungkap perselingkuhan antara Arvan dan sepupunya sendiri, Raline. Lalu, pesan lain menyusul: "Kau terlihat cantik dalam balutan duka. Lihatlah ke belakangmu." Dari situ, semuanya berubah menjadi lebih gelap. Didorong dari tangga pemakaman dan dituduh mencoba bunuh diri, Nadine terbangun di rumah sakit tanpa suara, tanpa anak, tanpa keluarga, tanpa apa-apa. Bahkan suaminya telah menceraikannya dalam keadaan koma. Dunia menghapusnya, satu demi satu. Namun ketika ia nyaris mengakhiri hidup dari rooftop rumah sakit, seorang pria asing menariknya kembali dari jurang kematian. Pria itu keras, dingin, dan penuh rahasia—tetapi juga satu-satunya orang yang tampaknya melihat Nadine … sebagai manusia, bukan sebagai tragedi berjalan. Siapa dia? Kenapa dia muncul di titik terendah hidup Nadine? Dan apa maksudnya dengan kalimat: "Kita belum selesai membicarakan tentang hidup"? Ketika luka lama terbuka dan rahasia demi rahasia terbongkar, Nadine menyadari: kematian Elio mungkin bukan akhir—melainkan awal dari sesuatu yang jauh lebih kelam.
Rumah Tangga
1.5K AufrufeAbgeschlossen
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
Cinta yang Kutunggu Tak Berakhir Di Pernikahan

Cinta yang Kutunggu Tak Berakhir Di Pernikahan

Di era tahun 80-an dan tepat seminggu sebelum pernikahan, tunanganku diam-diam lolos seleksi agen rahasia tanpa memberitahuku. Dia buru-buru masuk ke tim dan hanya meninggalkan satu kalimat yang menyuruhku untuk menunggunya. Aku menuruti ucapannya dan menunggunya dengan sepenuh hati. Namun selama tiga tahun ini, semua jatah kunjungan keluarga bulanan tunanganku itu selalu diberikan pada orang lain. Bahkan saat ibuku sakit keras dan kami kekurangan uang sekalipun. Padahal, aku sudah menangis hingga hatiku terasa dicabik-cabik, hanya untuk bertemu atau meneleponnya sekali saja. Setelah menyampaikan pesanku, satpam hanya bisa memberitahuku dengan tak berdaya, "Hari kunjungan Pak Gunawan sudah dipakai, tunggu bulan depan saja." Aku pun memasang wajah murung dan bersiap untuk pergi. Namun pada detik berikutnya, sahabat masa kecil tunanganku itu malah masuk dengan semudah itu. "Pak Gunawan sudah berpesan khusus, kamu boleh langsung cari dia di kantornya. Dia baik sekali sama kamu. Meskipun kamu sudah patah hati selama setahun, dia masih khawatir suasana hatimu buruk sampai sengaja kosongkan jatah hari kunjungannya untukmu," kata satpam itu pada sahabat masa kecil tunanganku itu. Melihat aku masih ingin menerobos masuk lagi, satpam buru-buru menghalangiku. "Sudahlah, jangan berharap lagi. Pak Gunawan mana punya uang, semua uangnya sudah kasih ke sahabat masa kecilnya itu." Malam itu, ibuku bahkan tidak sempat meminum obat pereda nyeri. Semua ini salahku ... aku memang tidak berguna. Aku benar-benar tidak ingin menunggu tunanganku itu lagi. Saat dia akhirnya selesai belajar dan pulang ke kampung halaman, aku juga sudah menjadi istri orang lain.
Kurzgeschichte · Romansa
973 AufrufeAbgeschlossen
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku

Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku

Pagi ini, aku dan tuan muda kalangan elite ibu kota baru mendaftarkan pernikahan. Sore harinya, dia malah membawaku untuk bercerai. Aku memegang akta nikah dan akta cerai sambil terpaku di tempat. Di sekelilingku, terdengar tawa ejekan dari teman-temannya. "Roman, cuma karena satu kalimat dari Celia, kamu benar-benar bawa nona besar ini nikah lalu langsung cerai?" "Hahaha. Lihat tuh, muka si nona besar sampai pucat. Jangan-jangan mau nangis ya?" Roman malah merangkul adik angkat kami, Celia, dan berucap dengan nada lembut, "Sekarang dua akta sudah lengkap, kamu akhirnya mau senyum ke aku, 'kan?" Celia tertawa ringan. Wajah dinginnya pun merekah dengan senyuman. Aku ingin maju dan mempertanyakan semuanya, tetapi tiga kakakku menarikku kuat-kuat. Kakak pertama, seorang presdir, mengerutkan kening. "Celia cuma bisa tertawa kalau ada Roman. Anggap saja kamu kumpulin pahala." Kakak kedua, seorang aktor papan atas, mendorongku jatuh ke lantai. "Latar belakang Celia menyedihkan. Kamu 'kan punya kondisi bagus, jadi nggak bakal kekurangan pria." Kakak ketiga, profesor biologi, menatapku dengan dingin. "Roman memang sudah seharusnya menikahi Celia. Jangan lagi ganggu mereka." Mereka memaksaku masuk ke mobil, tidak mengizinkanku merusak kebahagiaan cinta pertama di hati mereka. Sistem yang sudah lama menghilang akhirnya muncul lagi. 'Host, misi penaklukkan terdeteksi telah selesai! Apakah ingin segera kembali ke dunia nyata?' Aku duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela dengan murung, hampir tertawa. Drama penuh penderitaan yang kujalani demi misi ini akhirnya berakhir. Mulai sekarang, aku tidak akan ikut campur dalam kisah cinta dan benci mereka lagi!
Kurzgeschichte · Fantasi
2.4K AufrufeAbgeschlossen
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
Bagaimana Mungkin?

Bagaimana Mungkin?

Ra Ra
Shayra Anindya terpaksa harus menikah dengan Adien Raffasyah Aldebaran, demi menyelamatkan perusahaan peninggalan almarhum ayahnya yang hampir bangkrut. "Bagaimana mungkin, Mama melamar seorang pria untukku, untuk anak gadismu sendiri, Ma? Dimana-mana keluarga prialah yang melamar anak gadis bukan malah sebaliknya ...," protes Shayra tak percaya dengan keputusan ibunya. "Lalu kamu bisa menolaknya lagi dan pria itu akan makin menghancurkan perusahaan peninggalan almarhum papamu! Atau mungkin dia akan berbuat lebih dan menghancurkan yang lainnya. Tidak!! Mama takakan membiarkan hal itu terjadi. Kamu menikahlah dengannya supaya masalah selesai." Ibunya Karina melipat tangannya tegas dengan keputusan yang tak dapat digugat. "Aku sudah bilang, Aku nggak mau jadi isterinya Ma! Asal Mama tahu saja, Adien itu setengah mati membenciku! Lalu sebentar lagi aku akan menjadi isterinya, yang benar saja. Ckck, yang ada bukannya hidup bahagia malah jalan hidupku hancur ditangan suamiku sendiri ..." Shayra meringis ngeri membayangkan perkataannya sendiri Mamanya Karina menghela nafasnya kasar. "Dimana-mana tidak ada suami yang tega menghancurkan isterinya sendiri, sebab hal itu sama saja dengan menghancurkan dirinya sendiri. Yahhh! Terkecuali itu sinetron ajab, kalo itu sih, beda lagi ceritanya. Sudah-sudahlah, keputusan Mama sudah bulat! Kamu tetap harus menikah dangannya, titik enggak ada komanya lagi apalagi kata, 'tapi-tapi.' Paham?!!" Mamanya bersikeras dengan pendiriannya. "Tapi Ma, Adien membenc-" "Tidak ada tapi-tapian, Shayra! Mama gak mau tahu, pokoknya bagaimana pun caranya kamu harus tetap menikah dengan Adien!" Tegas Karina tak ingin dibantah segera memotong kalimat Shayra yang belum selesai. Copyright 2020 Written by Saiyaarasaiyaara
Romansa
1017.5K AufrufeAbgeschlossen
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
Festival Kembang Api

Festival Kembang Api

Meraki Senandika
Benda. Apa yang terbesit pertama kali di kepala kita saat mendengar kata benda? Bukankah benda hanya benda. Tetapi katanya benda mampu menyimpan kenangan. Katanya benda juga mampu merasakan dan mentransfer energi akan ingatan kepada orang lain. Pernahkah kalian merasakan kekosongan aneh saat berada di dekat suatu benda? Atau pernahkah kalian secara tidak sadar mendengar benda berbisik di telinga? Jika tidak kalian beruntung. Sebab aku terlahir bersahabat dengan benda. "Ia sering terpuruk sendirian. Tak ada yang peduli. Tak ada yang sadar. Kami menjadi saksi bisu rasa sakitnya." Lemari itu membisikkan kalimat penuh penderitaan padaku. Seolah-olah ia merasakan apa yang dirasakan pemilik kamar ini. "Ia tidak pernah bahagia sekalipun hidup di rumah ini. Kebahagiaannya hanya satu. Saat kamu datang dan merangkulnya pagi itu." Gagang pintu yang kusentuh tanpa diminta bercerita. Aku hanya laki-laki bisa. "Rio, jangan menyalahkan diri sendiri." Begitu ucap mereka. Hingga suatu harii aku terjebak di jalan berkelok yang seharusnya tak pernah ku lalui. Hari itu sabtu malam yang kelam dan aku berhasil menemukan jalan masuk. Festival yang tak pernah kulihat dimanapun. Pesta kembang api pertama dalam hidupku. Lalu kejanggalan apa ini? Tidak ada habis-habisnya. Hari terus berganti. Namun mereka tak pernah berhenti. Dalam hati aku bertekad aku harus keluar dari tempat ini. Akankah benda-benda ini mampu membantuku keluar dari kurungan tak berujung ini? Atau aku malah akan terus terperangkap? Sial. Kembang api pertama dalam hidupku malah mengakhiri segalanya. Hidup, keluarga bahkan cinta pertamaku.
Fantasi
102.5K AufrufeLaufend
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
One Night Stand

One Night Stand

Blurb: One Night Stand “Kau sungguh bajingan, Victor!” Desis Mary, menatap pria bernama Victor itu dengan mata yang dipenuhi air mata. “Kau memperkosaku! Kau merenggut sesuatu yang bukan milikmu, keparat! Aku benci padamu!” Bibirnya bergetar saat melontarkan kalimat tersebut, sementara tangannya erat menahan selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos, tanpa sehelai benang pun. *** Mary Popiens adalah seorang bartender di sebuah klub malam ternama di kota London. Malam itu, klub dipenuhi pengunjung, membuat para pelayan tampak sibuk. Dalam keadaan tersebut, Mary diminta tolong oleh sang manajer untuk mengantarkan minuman ke kamar VVIP. Di sanalah kehancuran hidup Mary dimulai. Alih-alih mengantar minuman lalu keluar, Mary justru terjebak bersama pria yang merupakan tangan kanan Bos Mafia di dalam kamar tersebut, yang tengah mabuk. Mary dipaksa sedemikian rupa, sehingga keduanya terjerumus dalam momen panas. Langkahnya yang lemah berayun pergi, diiringi isak tangis yang pilu. Baginya, perbuatan bejat Victor Marson semalaman adalah hal paling buruk dan memilukan yang pernah dialaminya sepanjang hidup. *** Kini, Victor, pria yang merupakan tangan kanan Bos Mafia itu, tak akan pernah melepaskan Mary, meskipun dia tahu Mary telah memiliki seorang kekasih—yang tak lain adalah keponakan dari Tuannya. Terlepas dari konsekuensi, Victor bersikeras untuk membawa Mary pergi, memisahkannya dari sang kekasih, tanpa peduli betapa Mary membencinya. Setelah disekap dan tinggal bersama Victor, akankah Mary menyerah untuk melupakan sang kekasih dan beralih mencintai Victor? Atau mungkin… dia akan berusaha pergi untuk selamanya, meninggalkan semuanya di belakang? ***
Romansa
9.844.0K AufrufeAbgeschlossen
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
ZURÜCK
1
...
192021222324
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status