Ifat
Seakan-akan menara berkubah itu tengah menyangga bulan, sedang menyanjung, menyunting, mencium, dan mencumbu sang bulan yang malu dan bersemu.
“Aku minta padamu, Jihan, jangan kamu lepaskan tatapanmu itu. Pandangi terus bulan itu dan jawablah pertanyaanku.”
Jihan terus menengadah, mengikuti kata-kata sugestif dari Ika sahabatnya, juga pengaruh kosmis nan holistis dari bulan purnama di angkasa.
“Siapa yang menciptakan bulan?” Ika bertanya.
“Allah.” Jihan menjawab.
Bab Populer