My Favorit Servant
ucapnya, masih menyeka air mata yang tersisa di pelupuk.
"Ya ampun," ujar Frielza yang tadinya tak mampu berkata-kata. "Kamu jangan mengatakan hal itu, Arin. Menangislah semenangis-nangisnya, keluarkan semua rasa sakit yang ada di dalam hati kamu, keluarkan kesesakan itu. Karena jika semuanya sudah habis kamu keluarkan, kamu akan mudah menjadi seseorang yang ikhlas. Lagipula, kami paham bagaimana kamu dan perasaanmu. Jika menangis adalah sebuah perwujudan lelah setelah usaha, itu berarti kamu sudah berhasil. Tidak ada yang melarang kita untuk menangis, tapi tangis juga harus sesuai dengan apa yang sudah kita usahakan."
Bersambung!
Hot Chapters