Pernah dengar pepatah ini waktu masih kecil, tapi baru sekarang benar-benar terasa dalamnya. Filosofi ini bicara soal menerima perubahan dengan lapang dada, kayak daun yang rela dilepas dari dahan tanpa dendam. Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada situasi di luar kendali—PHK, putus cinta, bahkan kehilangan orang tersayang. Daun mengajarkan kita untuk tidak menyalahkan 'angin' atas nasibnya, melainkan memahami bahwa semua adalah bagian dari siklus alam. Ada keindahan dalam kepasrahan yang bijak, bukan pasif, tapi seperti daun yang akhirnya menjadi pupuk untuk kehidupan baru.
Dulu sempat kesal saat pacar memutuskan hubungan tanpa alasan jelas, merasa dikhianati. Tapi semakin dewasa, aku melihat itu seperti daun dan angin—ada waktunya cerita harus berakhir agar ruang untuk pertumbuhan baru terbuka. Sekarang lebih bisa menerima bahwa tidak semua hal perlu dimusuhi, kadang melepaskan justru bentuk kekuatan tertinggi.