Suami Warisan
Rengganis terhenyak, “Naren, apa maksudnya?”
Narendra menunduk, melepaskan tatapannya dari wajah Rengganis dan mendengus, menertawakan kebodohannya sendiri, “Ah, maaf ….” Dia mengusap tengkuknya, “maaf, saya melantur ….”
Rengganis mengerutkan keningnya, “Maksud kamu apa dengan ‘cukup’, Naren?”
Narendra mengendikkan bahunya acuh tak acuh dan tertawa tanpa humor, “Tidak usah dipikirkan, saya tanya iseng saja ….” Dia sengaja tidak mengalihkan pandang dari Rengganis.