Melayat Setelah Dilayat
Dari situ, aku mulai mengkhawatirkanmu, apakah kau tetap Aryo-ku?
Bulan Desember kala itu, kau pulang dengan pakaian lusuh dan wajah kuyu. Sungguh, rindu ini terobati. Namun, seminggu bersama membuatku tahu, kau bukan lagi Aryo-ku yang dulu. Ada rangkaian rencana besar dalam otakmu. Ada bayangan iblis dalam langkah kakimu.
"Kenapa Pak Dhe ndak mau nikah ya, Bu? Buat apa harta banyak kalau ndak ada anak istri, ndak ada yang disenengin, ndak ada yang mewarisi pula."
Hot Chapters