Hari-hari Dimanjakan Paman
Perawat kembali menginstruksikan, "Ngomong-ngomong, pastikan untuk nggak mengangkat kain putih almarhum, karena dia meninggal dalam kecelakaan mobil dan kondisi kematiannya sedikit berdarah. Hal ini nggak dapat diterima oleh kebanyakan orang. Kamu temani dia di samping saja. Setelah mayat dibersihkan oleh perias mayat, kamu baru melihat kondisinya!"
Kalana mencibir di dalam hatinya. Dia berpura-pura sedih sambil mengangguk. "Ya, oke, aku mengerti!"
Kemudian, beberapa perawat meninggalkan kamar mayat bersama.
Begitu perawat pergi, Kalana mengangkat kain putih dari wajah Pamela. Dia melihat wajah berdarah muncul di depannya yang membuat orang merasakan tidak nyaman dan mual.
Sikat na Kabanata