Derita Menantu Jelita
Seketika, tubuhku seperti kesetrum, rasa geli menyebar hingga ke ubun-ubun, membuatku makin sulit berdiri tegak.
Sedikit akal sehat yang tersisa mengingatkanku untuk mendorongnya menjauh. Tapi, baru saja tanganku menyentuh tangan besarnya, aku langsung reflek menariknya kembali.
Tangannya benar-benar panas seperti terbakar.
“Om Joni, aku Mitha… cepat lepaskan aku….”
Suaraku bergetar, nadanya pun terdengar lembut dan manja. Lebih seperti menggoda ketimbang menolak.