SANG DEWA PENYEMBUH
“Dik Harun duduk dan ngobrol-ngobrol dulu saja dengan Ningrum dan Salwa, ya? Ibu mau mandi dulu.”
“Oh iya, Bu, silakan.”
“Kakak mau minum apa?” tanya Salwa.
“Oh gak usah, Dik Salwa. Kan Kakak sudah minum air mineral.”
“Kak Harun aslinya mana? Maaf,” tiba-tiba Ningrum bertanya ketika adiknya sedang ke ruangan dalam.
“Saya dari Jakarta juga, Kak Ningrum.”
“Oh gitu? Oh ya, jangan manggil kakak, dong. Paling umur Kakak lebih tua dikit.”
Hot Chapters