Terpaksa Akad
“Setannya itu kamu, Zi. Yang bikin aku tersedak.”
“Hus, gak boleh lo Om menyamakan manusia dengan setan, derajatnya berbeda di depan Allah meskipun sama-sama makhluknya. Setan tak pernah mau menurut perintah Allah, berbeda sekali dengan Zi, Om?”
“Sudah ceramahnya? Bu ustadzah laper dan haus kan? Sana habiskan dulu.”
Aku menatap berbagai macam makanan di depanku. Ayam goreng sambal lalapan, oseng teri, cah kangkung, orek telur. Benar-benar membuat nafsu makanku bertambah.
인기 회차