SEDIKIT LAGI, SAYANG!
bisik Nathan, rahangnya mengeras menahan kenikmatan yang belum sempurna.
“Ouh... Mas... Mas... Ah!” jerit Cindy tertahan, rasa sakit yang singkat langsung berubah menjadi gelombang nikmat yang memabukkan. “Sayang? Sakit?“ tanya Nathan dengan nafas memburu dan suara yang berat. Cindy meremas bahu Nathan dengan kuat, kukunya sedikit menancap, mencari sandaran. “Sedikit, Mas, tapi... terusin… ah....”