Jatah Malam Untuk Mertua
Suasana sarapan pagi itu tampak damai, meski di dalam hati mereka masing-masing menyimpan kegelisahan.
Sambil makan, Bu Mela mulai berbicara dengan nada penuh harap. "Kalian berdua ini, kapan ibu bisa punya cucu? Ibu sudah tidak sabar ingin menimang cucu."
Dinda tertawa kecil mendengar perkataan ibunya. Dia melirik Leo yang hanya tersenyum tipis di sampingnya, seolah mendukung harapan itu.
"Secepatnya, Mah. Kami juga ingin segera punya anak," jawab Dinda sambil tersenyum lembut, meskipun di dalam hatinya terselip perasaan takut dan cemas.