Bukan Istri Pemuas Nafsu
Aldo membuyarkan lamunannya.
“Oh, sudah, Pak.” Buru buru Rinay memasukkan nomor ponselnya, lalu mengembalikan benda pintar itu kepada Aldo.
“Hem, hubungi saya satu jam sekali. Oh, iya, rambut kamu sepertinya kasar, jegang, dan tak terurus. Aromanya juga tak sedap. Kasihan Deo menghirup bau rambutmu saat kau gendong dia. Ini, gunakan ini untuk membeli shampoo yang cocok dengan jenis rambutmu! Beli peralatan kosmetik, atau apa saja yang kau butuhkan! Demi Deo, aku tak keberatan.”