Malam itu aku deg-degan banget karena kucingku muntah terus, dan dari pengalaman itu aku jadi tahu beberapa merk yang sering direkomendasikan oleh dokter hewan. Salah satu yang paling umum disebut adalah 'Cerenia' (bahan aktif maropitant). Ini memang dibuat khusus untuk mencegah muntah pada anjing dan kucing, dan banyak klinik yang pakai karena efektif untuk mual akut, muntah akibat motion sickness, atau setelah kemoterapi. Dokter biasanya kasih suntikan atau tablet, tergantung situasinya.
Selain itu, ada juga obat antiemetik lain yang sering dipakai secara off-label, seperti 'Zofran' (ondansetron) untuk kasus muntah yang keras atau ketika obat lain kurang efektif. 'Metoclopramide'—sering muncul dengan merek generik atau 'Reglan'—kadang diresepkan kalau penyebabnya terkait pergerakan lambung. Untuk masalah asam lambung yang ikut bikin mual, dokter bisa rekomendasikan famotidine (Pepcid) atau sucralfate ('Carafate') untuk melindungi mukosa lambung.
Penting diingat: jangan sembarangan beri obat manusia ke kucing (misalnya 'Pepto-Bismol' itu berbahaya karena salisilat). Selalu ikuti anjuran dokter hewan, karena memilih obat tergantung penyebab muntah — infeksi, keracunan, penyakit organ dalam, atau hanya mual ringan. Akhirnya, yang paling menenangkan buatku adalah ketika kucing kembali makan sedikit demi sedikit setelah penanganan yang tepat.