Pernikahan tanpa Bahagia
Reza berdiri di depan jendela apartemen sewanya di Rue des Martyrs, menatap jalan yang sepi, dan untuk pertama kalinya dalam waktu lama — ia merasa benar-benar sendiri.
Sudah dua minggu sejak pameran dibuka.
Undangan, wawancara, lampu kamera — semua tampak berjalan baik.
Karyanya dipuji, namanya disebut-sebut dalam kolom seni di koran harian.
Namun setiap kali sorotan itu padam, dan ia kembali ke kamarnya yang sunyi, yang tersisa hanya suara lembut di kepalanya:
suara Laras, membaca naskah dengan nada pelan dan tenang, seperti doa yang tak pernah selesai.
Bab Populer