DIBUAT BANGKRUT ISTRI
Meski dia rela dimadu, aku tetap tidak mengindahkan-nya, karena Santi tidak mau menjadi istri kedua.
Winda terus mengemis dengan dalih kasihan Ayu, tapi aku tetap pada tekadku untuk bercerai darinya. Hingga Winda akhirnya setuju juga untuk menandatangani surat cerai. "Aku lelah mengemis, Mas. Mungkin aku memang tidak bisa mempertahankan rumah tangga kita lagi, aku ikhlas kamu bersamanya," ucapnya kala itu. Air mata dari netranya begitu deras mengalir hingga membuat kertas yang tengah di-tandatangani-nya basah karena tetesan air matanya. Entah, saat itu aku juga tidak ada rasa iba sedikitpun. Intinya, aku sudah mantap memilih Santi dan menjalani biduk rumah tangga bersamanya. Tatapan kebencia
الفصول الرائجة