LOGINTidak lama lagi Ayana akan lulus dari SMA. Ia pun dan teman-temannya berencana untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi di Yogyakarta. Namun, Pak Cahyo, Ayah Ayana tidak mengizinkan lantaran jarak yang jauh dan khawatir dengan pergaulan anak zaman sekarang. Hingga akhirnya kekhawatiran Ayah Ayana terpecahkan setelah mendengar curahan hati dari Pak Budi, teman kerja Pak Cahyo di sekolah. Pak Budi mengeluhkan Kenzo, anak laki-lakinya yang sudah berusia tiga puluh tahun , tapi tak kunjung menikah. Padahal kariernya sudah mapan menjadi dosen di dua universitas di Malang. Pak Cahyo pun berencana menikahkan Ayana dengan Kenzo. Dengan begitu ia tidak perlu khawatir lagi jika Ayana kuliah di luar kota. Maukah Ayana dinikahkan dengan Kenzo? Bagaimana kisah Ayana nanti?
View MoreBAB 141Ayana yang mendengar suara Kenzo pun bergegas memegang ujung jaketnya lalu merapatkan di depan dada dengan mata terpejam.Setelah angin mereda, semua mata orang yang ada di meja itu menatap ke arah Kenzo, kecuali Ayana. Ayana sudah terbiasa menatap Kenzo setiap hari, bahkan hampir lima belas jam. Jadi, ia tidak merasa ada yang aneh dan perlu diperhatikan pada diri dan ucapan Kenzo.“Pak Kenzo, perhatian banget sama Ayana?” celetuk Arif.Di meja itu ada beberapa mahasiswi, tapi kenapa yang diperhatikan hanya Ayana? Bahkan Kenzo memanggil Ayana seperti sudah akrab, tidak ada kecanggungan sedikit pun.Kenzo bingung harus menjawab apa. Tadi ia reflek karena khawatir leher Ayana terekspose. Bagaimana pun angin tadi cukup kencang. Ia juga harus menjaga istrinya agar tidak kenapa-kenapa.“Perasaan kamu aja mungkin,” balas Kenzo enteng sambil menyembunyikan kegugupannya.Ayana yang dibicarakan tentu saja pura-pura tidak sedekat itu dengan Kenzo. Bergegas ia bangkit seraya berkata, “Ak
Ayana dan ketiga temannya duduk di seberang Arif dan kawan-kawannya.“Halo, Pacarku …,” sapa Arif menggoda Ayana dengan suara rendah. Ia menatap Ayana yang tampak malu-malu.Seketika wajah Ayana memerah saat mendengar Arif mengakuinya sebagai pacar. Padahal ia ingat betul kalau mereka tidak pernah jadian.“Dia pacar kamu?” tanya Yoga tidak percaya. Matanya sempat membelalak saat mendengar Arif mengatakan Ayana adalah pacarnya.“Waktu ospek dia nembak aku. Iya kan, Ay?” balas Arif seraya menatap Ayana. Sudut bibirnya tampak sedikit terangkat tersenyum samar.Ayana hanya bisa membelalakkan matanya dan bibirnya sedikit mengangah mendengar ucapan Arif. Jantungnya berdegup kencang.‘Apa Kak Arif menyukaiku?’ gumam Ayana dalam hati. Mana berani dia menanyakannya langsung di depan orangnya. Mario mendengarkan perbincangan mereka sambil menatap Ayana dengan serius. Ia diam-diam membaca ekspresi wajah Ayana dalam diam.Mona, Yesi, dan Mery juga tampak terkejut mendengar ucapan Arif. Mereka ju
“Enggak. Aku beneran sibuk. Hari Minggu aja gimana? Aku usahakan deh. Aku lihat jadwalku dulu,” balas Kenzo dengan santai.Biasanya Kenzo dan Ayana hanya bersantai di rumah saat hari Minggu. Mereka lebih memilih beres-beres rumah atau mengerjakan tugas daripada jalan-jalan di luar. Sudah bisa dipastikan semua tempat baik mal maupun tempat wisata penuh di hari Minggu. Karena itu ia akan pergi ke tempat gym bersama Adnan di hari itu. Meninggalkan Ayana dua atau tiga jam ia rasa tidak masalah.“Oke kalau gitu. Aku tunggu kabar secepatnya,” balas Adnan seraya beranjak bangkit lalu keluar dari ruangan Kenzo.Setelah Adnan keluar, Kenzo melirik jam di pergelangan tangannya. Karena sudah waktunya makan siang, ia pun bergegas pergi ke Universitas Gardenia. Ia lebih suka makan siang di sana karena menunya lebih beragam dan bisa melihat Ayana juga.*Sabrina masuk ke kantin dengan napas terengah-engah. Di sebuah meja, Lely sudah menunggunya sambil menyeruput es teh yang sangat menyegarkan tengg
BAB 137Setelah menurunkan Ayana di Universitas Gardenia Malang, Kenzo melajukan mobilnya menuju Universitas Magnolia Malang. Ia ada jam mengajar jam pertama hingga jam ke empat di sana.Setelah turun dari mobil, Kenzo bergegas masuk ke dalam kelas karena ia sudah hampir terlambat. Ia sempat terkena macet dan beberapa lampu merah di tengah jalan.“Selamat pagi semua …,” sapa Kenzo seraya berjalan dengan sedikit cepat menuju meja yang ada di depan kelas. Tubuhnya berjalan dengan tegap sambil menggendong tas ransel di punggungnya. Kemeja berwarna hijau sage membungkus tubuhnya. Lengannya dilipat di bawah siku. Celana hitam membungkus kaki panjangnya.“Selamat pagi, Pak …,” sahut para mahasiswa yang ada di ruangan itu hampir serentak.Kenzo menurunkan tas ranselnya lalu mengeluarkan laptopnya. Semua mahasiswa menunggunya dengan sabar.“Ada yang beda nggak sih dengan Pak Kenzo?” celetuk Sabrina dengan berbisik pada Lely yang ada di sampingnya. Ia berbicara sambil menutupi mulutnya agar ti
“Wa ‘alaikum salam. Sudah pulang, Mas?” sahut Ayana dengan sumringah. Ia sedang meletakkan telor mata sapi yang baru saja matang di atas meja makan. Ia tidak bisa memasak, tapi ia sedang berusaha untuk belajar memasak makanan untuk suaminya.“Mm,” balas Kenzo lalu mengayunkan kakinya menuju meja ma
BAB 69“Iya, Mas. Nggak apa-apa,” balas Ayana sambil tersenyum. Kemudian ia menatap Kenzo yang tengah mengemudi di sampingnya. Tiba-tiba hatinya merasa sedih. Wajah Kenzo terlihat sangat lelah setelah seharian menemani dirinya jalan-jalan dan membelikan ponsel untuknya.Sesampainya di rumah Kenzo s
BAB 41“Wa ’alaikum salam,” ucap Kenzo tiba-tiba karena Ayana tidak mengucapkan salam.“Assalamu ‘alaikum, Mas …,” ucap Ayana lalu meletakkan tasnya dan tengkurap di atas karpet ruang tamu.“Kenapa?” tanya Kenzo seraya menghampiri Ayana dan duduk selonjoran di sampingnya.“Capek …,” rengek Ayana de
BAB 17“Aku capek dan ngantuk. Masa nggak boleh istirahat? Kalau aku nggak tidur di sini, lalu tidur di mana lagi? Masa di kamar Ayah kamu,” jawab Kenzo lalu beranjak bangkit turun dari ranjang hendak mandi dan salat asar.Ayana hanya terdiam mendengar penjelasan Kenzo.“Pinjam handuknya. Aku mau m


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews