ENAK, PAK DOSEN!
Sambil menikmati minuman kaleng dingin di tangannya, ia menyandarkan punggung ke sofa sembari berujar, “Jenis kelamin itu gak ditentukan seberapa banyak kamu ‘iclik’ setelah Ara hamil. Tapi, sejak pertama pembuahan. Beruntung sperma Y kamu berenang cepat membuahi, dan mengalahkan sperma X. Coba kalau yang berhasil membuahi hanya X, lalu ketemu sel telur Ara dan jadi kromosom XX, pasti anak kamu cewek. Kalau anak pertama kamu cewek, Ayah yakin kamu pasti nangis bombay dan cemberut terus.”
Sagara tersenyum tipis. Ia kemudian duduk di dekat ayahnya, “Ih, ya gak lah, Yah. Masa nangis bombay, gak seru ah. Tapi kalau emang cewek sih, kurasa gak masalah ya. Apapun itu, yang penting dedek bayi sehat
Hot Chapters