Saya selalu senang banget pas lagu 'That's What I Like' mulai keluar dari speaker—ritmenya bikin tubuh pengin goyang, dan itu bikin cara bacanya juga beda dari lagu pop biasa. Kalau aku nangkep liriknya pertama kali, aku fokus ke ritme dan slang: banyak frasa yang disingkat atau dilontarkan seperti ngobrol santai, misalnya ‘got bands in the coupe’ yang nggak perlu dibaca kata-per-kata seperti teks formal. Baca dengan feel, bukan sekadar membaca kata.
Secara praktis, aku bagi lirik ke dalam unit-unit frasa pendek, lalu tandai tempat bernapas. Banyak bagian di verse yang syncopated, jadi taruh tekanan di kata yang penting: ‘‘ice on my wrist, I got it’’, tekan ‘ice’ dan ‘got’ untuk memberi groove. Jangan takut menekankan kontraksi (misal “I’m” atau “I’ll”) karena itu bagian dari gaya nyanyian Bruno Mars. Untuk chorus, biarkan kalimat ‘that’s what I like’ jadi hook yang lebih panjang dan melengking sedikit di akhir, supaya terasa flamboyan seperti aslinya.
Dari sisi makna, baca liriknya sebagai campuran rayuan dan selera hidup mewah—bukan sekadar pamer kosong. Ambil nada percaya diri, mainkan dinamika: lembut di bagian menggoda, vokal lebih penuh dan berenergi di bagian menjanjikan. Latihan di depan cermin atau rekam suara sendiri; dengar apakah diction dan timingmu udah nge-blend sama groove lagu. Aku biasanya coba beberapa variasi kecil tiap latihan sehingga penampilan terasa fresh tiap kali, dan itu bikin lagu tetap seru buat dinyanyiin.