Rumah Ramaria
Dan terima kasih lagi pada Tuhan untuk Maria, di dalam hatiku yang paling dalam.
Setelah makanan sampai, kami makan di meja sambil bicara banyak hal. Membicarakan rumah yang akan kubeli, rencanaku melamarnya, dan rencana Maria menggunakan sebagian kecil uang tabungan dari penjualan bukunya untuk mengisi rumah kami dengan perabotan yang aku dan Maria setujui akan dipilih yang tidak begitu mahal namun kualitasnya bagus.
“Sayang, bagus deh kalau nanti di depan rumah kita ada tulisan Rumah Ramaria,” kata Maria tiba-tiba.
Bab Populer