Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

Ia tidak ingat kapan terakhir kali membeli gantungan itu. Pintu apartemen itu terbuka dengan bunyi klik kecil. Apartemen itu lebih luas dari studio flat lama mereka, tapi terasa jauh lebih hampa. Tidak ada bau cat, tidak ada kanvas. Tidak ada apa pun yang mengingatkan Aira pada dirinya yang dulu. “Lumayan juga,” komentar Arsen, memecah keheningan. “Setidaknya nggak ada tetangga yang hobinya nyetel dangdut jam enam pagi.”
10650 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai dream house
Baca
+Pustaka
Fantazia

Fantazia

Dan aku sekarang membantu di toko kecil Ibu, aku sudah mencoba untuk mencari pekerjaan lain tetapi tidak ada yang mau menerima. Sekarang inilah yang bisa aku lakukan untuk keluargaku, membantu Ibu untuk mengantarkan pesanan kue dari toko Ibu. Karena ekonomi kami yang sangat sulit, kami telah menjual rumah yang ada di ibukota dan pindah ke pinggiran kota dengan rumah yang lebih kecil. Sudah menjual rumah dan perusahaan pun hutang kami masih tersisa, sekarang sebagian besar pendapatan kami untuk membayar hutang, sisa nya kami gunakan untuk kehidupan sehari hari.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai dream house
Baca
+Pustaka
Another Maze

Another Maze

Dhea lalu menoleh ke kiri-kanan, seolah teringat sesuatu. “Sacred room di ruang mana tuan?” tanya Dhea mengalihkan pembicaraan. Hans tersenyum, dia menepuk pundak Dhea seolah meyakinkan. “Sebenarnya seluruh lantai bawah ini adalah sacred room. Namun, ada satu ruang sacred room khusus yang hanya terbuka setelah mengalahkan Candy, dan juga inti dari lantai ini.” “Di mana ruangan itu tuan, di mana?” tanya Dhea tidak sabar.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai dream house
Baca
+Pustaka
Dark Life

Dark Life

ujar Jack, ia mencoba melepas genggaman tangan Gleysia, tetapi tidak bisa. Akhirnya, ia telah berada di sebuah rumah, ah tidak! Tempat ini tidak mirip dengan rumah, hanya gubuk kecil dengan keadaan lebih hangat dari tempat Jack mengistirahatkan tubuh kecilnya. “Nenek!” pekik Gleysia keras di luar pintu masuk. “Oh Gley! Ada Jack juga! Ayo masuk!” ujar seorang perempuan paruh baya setelah beberapa saat Gley memekik memanggilnya.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai dream house
Baca
+Pustaka
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Sapa gadis itu sembari memperlihatkan senyumnya. "Ah, selamat pagi!" Wanita itu memperhatikan Irene dari atas sampai bawah. Tentu saja karena ia belum pernah melihatnya sebelumnya. " Apa kau yang membeli rumah keluarga Rose diseberang sana?" "Benar, nyonya. Sudah seminggu keluarga kami tinggal di rumah yang dilelang nyonya Rose." Gadis itu kemudian memberikan kotak berisi puding strawberry yang kemudian diterima dengan senang hati oleh wanita itu.
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai dream house
Baca
+Pustaka
Housemate

Housemate

Sudah seminggu mereka kembali dari kediaman orangtua Satria dan Satria hanya beberapa datang ke bakery. Dia memutuskan untuk mengambil KPR dan tentunya KPR itu tidak bisa dibiarkan kosong terus menerus. Satria harus menempatinya. Yah, walaupun beberapa kali Satria masih nekat meninggalkan rumah itu dan menginap di bakery. Begitu membuka pintu kamar Nasha yang pertama kali terlihat adalah Nasha yang duduk di lantai menghadap jendela.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai dream house
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

Deja Vu ? Bukan, itu bukan Deja vu, tapi Precognitive Dream. Aku sering mengalami Precognitive Dream. Deja Vu dan Precognitive Dream jelas berbeda, Deja vu hanyalah perasaan seolah-olah kita pernah mengalami suatu peristiwa yang nyatanya baru kita alami. Tapi, Precognitive Dream yaitu salah satu mimpi kita yang menjadi kenyataan, kita ingat pernah memimpikan suatu hal dan tanpa kita duga mimpi itu menjadi kenyataan. Coba bayangkan bagaimana menderitanya aku mengalami hal tersebut.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai dream house
Baca
+Pustaka
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Dan terima kasih lagi pada Tuhan untuk Maria, di dalam hatiku yang paling dalam. Setelah makanan sampai, kami makan di meja sambil bicara banyak hal. Membicarakan rumah yang akan kubeli, rencanaku melamarnya, dan rencana Maria menggunakan sebagian kecil uang tabungan dari penjualan bukunya untuk mengisi rumah kami dengan perabotan yang aku dan Maria setujui akan dipilih yang tidak begitu mahal namun kualitasnya bagus. “Sayang, bagus deh kalau nanti di depan rumah kita ada tulisan Rumah Ramaria,” kata Maria tiba-tiba.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai dream house
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status