Anneth
"Iya, kau benar, tapi apa kau tak memikirkan tubuh Devaro yang asli? Paru - parunya?"
"Bahkan tak ada yang tahu, sekalipun aku keluar dari raga ini, apakah jiwa Devaro yang asli akan terbangun dari komanya atau malah bernasib sama denganku."
"Iya, kau benar lagi. Asal kau tahu, kau tampak macho dan gentle dengan vape itu."
"Thanks."
Devaro menyeruput salah satu varian kopi Satu Jiwa dan menggigit ujung bread toast di hadapannya.
Hot Chapters