Hamil Anak Calon Wakil Presiden
jawab mereka serempak, suara mereka gemetar.
Sulistyo berjalan melewati mereka tanpa peduli, tangannya menyelip ke saku celana, langkahnya mantap menuju ruang presiden. Sesampainya di sana, dia menjatuhkan dirinya ke kursi besar di belakang meja kerja, duduk dengan kaki tersilang seperti raja di atas singgasana. Senyum penuh kemenangan terbentuk di bibirnya. "Sekarang...," bisiknya dengan nada puas, "...karena presiden itu sudah tiada, akulah presiden. Aku ... Penguasa Dwipantara yang sejati."
Hot Chapters