Pendekar Tombak Matahari
Ia tidak ingin kehilangan siapa pun lagi hari ini.
“BERANINYA KALIAN!”
Surya Yudha melepaskan jasad ayahnya dengan perlahan ke tanah. Ia berdiri, dan kali ini, bumi di bawah kakinya retak hebat. Aura keemasan tidak lagi hanya memancar, tapi meledak keluar seperti pilar cahaya yang menyambar ke langit.
Dengan satu gerakan yang melampaui kecepatan mata, Surya Yudha menghilang dari tempatnya berdiri, meninggalkan kepulan debu yang dahsyat.