AJISEKA
Sekian lama berada di alam lelembut membuat dirinya tidak merasakan alam yang sesungguhnya, dan kali ini, untuk yang pertama kalinya ia merasakan lagi indahnya pagi.
“Aji, pelankan jalanmu. Biarkan kunikmati alam ini, barang sejenak,” ucap Galuh sembari merentangkan tangannya. Sikap angkuh yang tersemat di dirinya luntur seketika manakala berada di alam nyata.
“Baik, Mbakyu.” Jawab singkat Ajiseka.
“Aji, berapa hari kita sampai di wilayah selatan, hem?”
“Cukup lama, Mbakyu? Kecuali kita menggunakan ilmu meringankan tubuh, mungkin sehari semalam kita sudah sampai,”
Bab Populer