Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina

Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina

Sinar matahari menerobos masuk melalui jendela besar ruang tengah, menyinari Twins L yang sedang sibuk dengan dunia mereka sendiri di atas karpet bulu. "Abang San! Ngan mbak bebi Lili akai pitol itu! Nati ambutna yucak!" pekik Lilian, buru-buru menyembunyikan boneka barunya di balik punggung gembulnya. (Jangan tembak barbie Lili pakai pistol itu! Nanti rambutnya rusak!)
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 104 Beses bilang es lilin
Read
+Library
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

gumam Wildan. Ia akhirnya menemukan lilin di dalam sebuah kotak di laci. Lilin itu bukan lilin biasa. Itu lilin besar, mirip seperti lilin gereja, berwarna merah tua. Setelah menyalakannya dengan korek api yang juga ia temukan, aroma harum yang lembut, seperti aroma terapi atau wangi kayu cendana, langsung menguar memenuhi udara. Lilin itu ditaruh di atas meja makan kecil. Cahayanya yang kemerahan, meski remang-remang, jauh lebih romantis dan menenangkan dibandingkan senter.
108.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 251 Beses bilang es lilin
Read
+Library
Rahim Sewaan Billionaire

Rahim Sewaan Billionaire

Istrinya mala mini terlihat cantik dengan gaun lavender, berlengan pendek. Axel melihat sekelilingnya, “Ah, ternyata ini semua kalian yang rencanakan.” “Axel, lilinnya,” kata Lily sambil melirik lilin yang masih menyala. Lelaki itu menuruti perkataan istrinya. Rasa kesal itu berganti dengan rasa kagum, bahagia kepada istrinya, Axel tidak bisa lagi berkata-kata, dia lantas menciumi Lily. Memeluknya, hingga sulit bernapas.
1027.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 621 Beses bilang es lilin
Read
+Library
Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan

Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan

Warning! Adult Content! “Jadi, maksudmu aku harus mendekati Eva untuk mengawasi gerak-geriknya?” tanya Liliana, gadis dengan mini dress ketat warna merah yang menggoyangkan gelas anggur berisi cairan merah keunguan di tangannya. “Betul. Aku ingin tahu dia hamil atau tidak.”
105.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 141 Beses bilang es lilin
Read
+Library
Mimpi Kelam Lilian

Mimpi Kelam Lilian

Lilian menggigit bibirnya dan menggerutu dengan kesal saat ia masuk ke dalam lift. Ia mengeluarkan bedak dengan kaca di dalamnya untuk memeriksa lipstiknya lagi. Benar saja, lipstik tipis pink-nya sedikit berantakan karena ciuman 'paksa' Jaden tadi. Lilian buru-buru menghapus bagian yang berantakan agar tidak tampak mencolok.
109.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 376 Beses bilang es lilin
Read
+Library
Lusia

Lusia

Lusia baru kali ini menyadari aroma tubuh Aaron yang menyatu dengan parfumnya. Tak berhenti sampai di situ, aroma anggur itu berbaur dengan aroma vanilla yang tipis dan juga lavender. Dan akhirnya, aroma yang biasa Lusia hirup, sandalwood. Lusia tak habis pikir, parfum semalah apa yang Aaron kenakan sampai aromanya tidak bisa di lupakan. Aaron diam untuk waktu yang lama, dan Lusia ada di sampingnya selang waktu itu. Aaron duduk entah untuk memikirkan apa, sedangkan Lusia duduk untuk menikmati aroma parfum Aaron.
Sikat na Kabanata
106.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 205 Beses bilang es lilin
Read
+Library
Ketulusan Hati  Istri Yang Tersakiti

Ketulusan Hati Istri Yang Tersakiti

ujarnya sembari meraih bunga yang langsung berisi pop mini. Kejora tersenyum lalu mengatakan bahwa bunga itu bernama bunga lilin. Memang sangat cantik bentuk unik ditambah warnanya yang estetik. Kejora memanggil si pemilik bunga lalu pemilik bunga tersebut datang. “Mbak, berapa harga bunga lilin ini?” tanya kejora ramah. “100.000 rupiah Mbak” ujar si penjual bunga.
1010.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 302 Beses bilang es lilin
Read
+Library
Saat Aku Pendarahan, Suamiku Menemani Simpanannya

Saat Aku Pendarahan, Suamiku Menemani Simpanannya

Di sisi lain. Melihat bahwa mereka tidak akan mendapatkan hasil malam ini, setelah duduk sebentar, Shanaya dan Selina bangkit untuk pergi. Tepat saat mereka hampir mencapai pintu, Lily mengejar mereka. "Tunggu sebentar." Shanaya menoleh. Begitu melihat Lily, dia agak terkejut. Lily mengeluarkan sebatang rokok tipis, lalu menyalakannya dan mengembuskan asap yang membentuk cincin elegan.
9.646.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang es lilin
Read
+Library
GRESMORY : REVEAL THE FALSE HISTORY

GRESMORY : REVEAL THE FALSE HISTORY

Erina bertanya kembali pada pelayan itu. Dawan dan Liliana seperti tidak peduli dengan keinginan Erina, mereka kini mencoba melihat-lihat minyak Essentials oil yang dipajang. Pelayan itu berkata bahwa mereka hanya memiliki Essential oil dengan botol ukuran 125mL, dia menjelaskan bahwa minyak itu sangat menyengat dan enak untuk dicium.
1013.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 519 Beses bilang es lilin
Read
+Library
PREV
123456
...
8
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status