Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kilau Cincin yang Memudar

Kilau Cincin yang Memudar

Nathan adalah kepala Departemen Bedah Jantung termuda di Kota Pelabuhan. Semua orang bilang, tangannya paling mantap, dan hatinya juga paling dingin. Namun aku tahu, bukan berarti dia tidak pernah luluh hati. Hanya saja, kelembutannya tak pernah diberikan untukku. Sehari setelah pertunangan kami, ayahku mendadak terkena stroke dan dilarikan ke ruang gawat darurat. Perawat memintaku mencari keluarga pasien karena persetujuan tindakan harus ditandatangani. Orang pertama yang kuhubungi adalah Nathan. Telepon berdering lama sekali sebelum akhirnya diangkat. Dari seberang terdengar tangis lirih seorang wanita. Itu mantan kekasihnya, Widya. Nathan merendahkan suaranya. "Dya sedang mengalami serang
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Psychopath Love

Psychopath Love

Johan bernyanyi,sembari mendekatkan kue itu ke seorang wanita yang berbaring di tempat tidur. Cahaya dari lilin berpendar,memperlihatkan wajah Lira yang seputih kertas.
9.948.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai posisi lilin
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
riasani
baca ceritanya dari awal, trus stop di tengah cerita krn terlalu mengerikan dan setlah 2 bulan tamat baru ngelanjutin cmn mau bilang ni cerita sakit jiwa, tp kasihan sebenarnya sama jo kirain lira bisa nyembuhin luka nya jo, sekalinya endingnya gini
Widyaningtyas Kusumaningsih
cm kisah prekuel sebenarnya yg aku ga smpe tamat bacanya.terlalu berat & gelap buatku..engap rsanya baca kisah johan ini. mungkin krna aku pecinta novel2 yg ringan yg bs bt hiburan n ga bikin mumet pas bacanya.,tp aku suka gaya nulisnya hijau, dia kl bikin cerita tuh detil bgt jd kyk ikut msk ke crt
Baca Semua Ulasan
Bangkitnya Dokter Agung

Bangkitnya Dokter Agung

Harris memandang lurus ke cahaya yang bergetar. Liora menyipitkan mata. “Seseorang?” Harris mengangguk. “Lawan kita.” Cahaya naga itu berdenyut sekali, lalu garis tipis memanjang ke arah barat, menunjukkan arah. Harris menatap titik akhir cahaya itu sampai pola menghilang pelan ke udara gelap. “Liontin ini sepertinya memberi tahu posisi kita,” ia menggenggamnya erat, seolah menahan getaran itu di dalam genggaman.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Kisah Gadis Yang Tersakiti

Kisah Gadis Yang Tersakiti

Di depannya tampak berbagai bunga hidup aneka warna yang biasa disediakan umat sebagai bentuk penghormatan terhadap wanita yang diakui sebagai ibu kandung Yesus Kristus tersebut. Rosemary mendekati tempat lilin yang terletak sekitar dua meter di depan bunga-bunga itu. Diambilnya sebuah lilin yang masih baru. Dinyalakannya dengan api yang sudah menyala pada lilin lainnya. Diberdirikannya lilinnya tersebut ke dalam lubang yang masih kosong. Senyum sukacita tersungging dari bibirnya tatkala lilinnya sudah berdiri bersama lilin-lilin lainnya untuk menerangi gua itu. Hatinya terasa damai melihatnya. “Bundaku yang Maha Kudus, aku datang kembali ke tempat ini. Terima kasih masih menerima kehadirank
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Gadis Penjual Bunga dan Pembunuh Bayaran

Gadis Penjual Bunga dan Pembunuh Bayaran

Li Jianli tersipu, “kenapa kamu tidak berdoa?” Tentu saja Guan Lin tidak mempercayai mitos yang kekanak-kanakan itu. Namun dia tidak ingin menghancurkan perasaan Li Jianli. Dia hanya menjawab, “aku membiarkan lilinku juga ikut membawa doamu. Kamu memiliki 2 lilin, kesempatanmu jadi lebih besar bukan?” Li Jianli tertawa ketika mendengar perkataan Guan Lin. Dia tahu Guan Lin tidak mempercayai mitos yang sangat feminim seperti ini. Namun dia tidak mengekspos sama sekali, “baiklah, ayo kita kembali!”
1052.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

gumam Wildan. Ia akhirnya menemukan lilin di dalam sebuah kotak di laci. Lilin itu bukan lilin biasa. Itu lilin besar, mirip seperti lilin gereja, berwarna merah tua. Setelah menyalakannya dengan korek api yang juga ia temukan, aroma harum yang lembut, seperti aroma terapi atau wangi kayu cendana, langsung menguar memenuhi udara. Lilin itu ditaruh di atas meja makan kecil. Cahayanya yang kemerahan, meski remang-remang, jauh lebih romantis dan menenangkan dibandingkan senter.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Lilin beraroma vanila ditempatkan di beberapa titik meja, menciptakan pencahayaan yang lembut dan hangat. Gelas kristal berkilauan berjejer rapi di sepanjang sisi meja, mencerminkan cahaya lilin dan menciptakan gemerlap yang menawan. Semuanya tampak selaras dan dipilih dengan cermat, memberikan kesan bahwa setiap elemen memiliki tempatnya yang pas.
1042.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 851 kali sebagai posisi lilin
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Sophia Setiawan
cerita yang luar biasa serta akhir yg bahagia dan selalu menginspirasi.. makasih kak Indy karya karyamu selalu the Best. dan selalu menunggu karya karyamu selanjutnya. tetap sehat, semangat dan selalu bahagia..
Senja jingga
Suka novel ini. Aku jg suka cara penyampaian authornya. Bisa nyampe gitu perasaan tokohnya. Trs bahasanya jg bagus bgttt. Btw novel ini tuh tiap episode sllu bikin penasaran. Author update 3 bab atau 5 bab aja bikin ngerasa ga sabar mau baca lg wkwk saking nagihnya...
Baca Semua Ulasan
Sebatas Istri Palsu

Sebatas Istri Palsu

Myesha terus mengayunkan langkahnya. Tepat saat di rooftop mendapati lilin-lilin yang menghiasi sekitar. Lilin itu begitu tampak begitu indah sekali. Lampu yang mati serta langit malam yang gelap seketika mendapatkan cahaya dari lilin-lilin tersebut. Suasana benar-benar tampak romantis sekali.
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Mimpi Kelam Lilian

Mimpi Kelam Lilian

Dan saat mereka tiba di sana, Lilian sedikit terkejut karena di dalam kamar Jaden telah terpasang beberapa lilin aromaterapi yang telah memenuhi ruangan itu dengan harum lembut yang menenangkan. "Surprise ...," ucap Jaden kemudian. Ia meraih cangkir Lilian dan meletakkan juga miliknya di atas meja kecil di samping ranjang. "Apa ini?" tanya Lilian. Antara takjub dan juga terkejut bercampur menjadi satu. "Malam ini aku akan memanjakanmu," ucap Jaden sambil mengedipkan sebelah matanya. Ia membimbing Lilian untuk naik ke atas ranjangnya.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Mutasi Alam Liar

Mutasi Alam Liar

“Gini doang bisa tidur? Panas nggak?” “Nggak panas,” jawab Rina suara teredam dari balik selimut. “Boleh aku matiin lilinnya?” Budi tanya sambil lepas baju. “Jangan!” Rina panik, angkat selimut sampe kepalanya kelihatan. “Lilin tinggal segini doang, nanti kalau ke WC gelap. Nggak ada cahaya,” Budi lihat lilin tinggal sepanjang ibu jari. Kalau dibiarkan, bentar lagi habis.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status