Pesugihan Tumbal Nyai
Tidak ada harapan sama sekali yang mampu membangun semangat untuk bisa lebih baik dari pada ini.
“Ini semua takdir, Nduk. Allah udah atur semuanya sebaik mungkin, dan ini sebelumnya sudah dipastikan oleh-Nya bahwa apa yang dia lakukan memang keputusan terbaik.” Bu Nyai mengelus punggungku. Tangannya terasa lekat meraba permukaan kulit ini sampai terasa membuatku sedikit tenang.
“Kamu pasti bisa, ya, nerima semua ini. Ada Ibu, Kyai, Andi, dan orang-orang di sekeliling yang masih turut menyayangi. Ayah udah tenang di sana, ya, Nduk.”