Kebangkitan Sang Putri Terbuang
Permukaannya halus, berkilau redup, berwarna pucat keabu-abuan—seperti kulit telur yang belum sepenuhnya matang.
Di dalamnya, sosok manusia itu melingkar. Lututnya ditekuk, kepala sedikit tertunduk—posisi naluriah, posisi makhluk sebelum dilahirkan.
Setiap beberapa detik—
DUM.
Cangkang itu berdenyut.
Bukan dari luar.
Melainkan dari dalam.
Retakan halus menjalar di permukaannya, lalu menyatu kembali, seolah cangkang itu menyesuaikan diri dengan sesuatu yang tengah tumbuh perlahan di dalam tubuh wadah tersebut.