KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Nggak, Dad.“
Pak Frans menatapnya penuh selidik. “Kamu kenapa? Perasaan tadi happy-happy aja. Tapi kenapa sekarang ….“
“Aku nggak apa-apa, Dad. Cuma lapar aja,“ sahut Aric. Bu Hania langsung menepuk dahi.
“Ya Allah … ibu lupa. Kamu kan belum makan ya?“
Aric mengangguk pelan.
“Yaudah, gimana kalau kita makan dulu?“ tawar Bu Hania. Aric menggeleng pelan.
“Nanti saja, Bu. Kita cari kain dulu. Biar bisa segera dieksekusi sama Khai—“ Aric langsung terdiam. Bu Hania dan Pak Frans kompak memicingkan mata.
“Khai?“
“Maksud aku, Khanara Atelier.“
Bab Populer