TOXIC RELATIONSHIP
Syamil mengambil tempat duduk.
"Apa menunya?" tanya yang jualan.
"Ayam gulai saja, Buk," jawab Syamil pelan. Tidak berapa lama pesanannya pun datang. Syamil segera menyantap hidangannya dengan lahap.
Selesai makan, Syamil kembali ke Galogandang. Semakin hari, hatinya semakin malas untuk menetap lebih lama di kampung ini. Dia merasa hidup di perkampungan ternyata tidak membuatnya menjadi lebih baik. Mumpung aku belum punya anak, lebih baik aku selesaikan semua masalah dengan Shanum lalu aku bisa pergi ke mana pun aku suka. Semakin lama di kampung ini, bisa-bisa aku gila betulan. Aku tidak mau menghabiskan waktuku di kampung kecil ini. Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi. Aku menyerah.
Hot Chapters