SABDA CINTA
ujar Farel frustrasi.
Cinta terbahak mendengarnya. Kata-kata Farel sungguh lucu untuk didengar.
"Menyentuh? Sayang?" tanya Cinta dengan pandangan remeh. "Jika kamu memang benar-benar tulus, pasti dirimu tidak akan pernah berpikir ke arah sana. Jangan jadikan kata sayang untuk melampiaskan nafsumu. Simplenya gini, kalau kamu serius dengan wanita, pasti kamu akan datangi orang tuanya, lalu melamarnya. Apakah itu yang dinamakan sayang, hem?"