Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Daging Keong Untuk Tiga Anakku

Daging Keong Untuk Tiga Anakku

timpal Susi yang berharap jika ucapannya bisa mempengaruhi Siska. Siska terdiam sejenak, mencabut pohon pisang bukanlah sesuatu yang mudah, terlebih untuk apa sampai melakukan hal seperti itu? Sama sekali tak ada gunanya. Hanya saja, jika memandang Susi tentu ia sedikit takut untuk menolak. “Kalau begitu saya akan mencobanya.” Siska segera menuju pohon pisang yang berukuran besar tersebut, hanya bermodalkan sekop, ia pun mulai menggali sekeliling agar lebih mudah untuk mencabutnya.
1011.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 414 Vezes como filosofi buah pisang
Ler
+Biblioteca
Surgaku Yang Hilang

Surgaku Yang Hilang

Haris tersenyum lebar dengan menggenggam kedua buah tersebut di kedua tangannya. "Pisang!" balas Aqila yang juga ikut tertawa lebar seraya menunjuk ke arah buah kuning yang ada di tangan Ilham. "Hmm, Qila tau nggak hewan apa yang suka banget sama buah ini?" "Apa?" Qila membuka mulut seraya mengeryitkan dahinya penasaran. "Monyet dong!" sahut Siska yang sedang mengupaskan mangga untuk Ilham.
1039.0K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 857 Vezes como filosofi buah pisang
Ler
+Biblioteca
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

tanyanya polos. “Apel, buah pir, buah naga, pisang, atau apa gitu.” Hagia mulai menghitung pakai jari karena gemas sendiri. “Pokoknya buah. Sama sayur juga.” Ia menunjuk mug kopi itu lagi. “Kopi dikurangi, soalnya kamu punya maag.” “Nggak mau.” Hagia langsung melotot. “Kenapa nggak mau?”
1015.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 323 Vezes como filosofi buah pisang
Ler
+Biblioteca
Catatan Usang

Catatan Usang

“Kamu tidak sedang berpikir aku seperti monyet ‘kan?” “Mana berani aku memikirkan hal buruk tentangmu. Meski kadang aku heran, kenapa kamu suka sekali dengan buah pisang. Aku bahkan tak pernah melihatmu memakan buah lain.” “Kamu percaya tidak, aku sekeluarga pernah makan pisang selama sebulan. Hanya pisang, karena saat itu Ayah bekerja di luar kota dan tak pernah mengirimkan uang.”
1013.7K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 342 Vezes como filosofi buah pisang
Ler
+Biblioteca
DINGINNYA SUAMIKU

DINGINNYA SUAMIKU

Namun, laki-laki itu berjalan melewatiku tanpa berkata, lalu berhenti di depan pohon pisang. "Pohon pisang ini, pohon yang sangat baik dan tidak peduli diri sendiri. Dia cuma berpikir, bagaimana caranya bisa bermanfaat untuk makhluk hidup lain. Bayangan saja, setelah satu kali berbuah, dia pasti akan mati. Namun, daunnya masih bisa dimanfaatkan, buahnya bisa dimakan, dan dia sudah menumbuhkan tunas baru untuk menggantikan tugasnya yang selesai." Mas Arsya bermonolog sambil sesekali menoleh ke arahku. Ah, entahlah. Aku masih belum paham dengan filosofi yang Mas Arsya ucapkan. Setiap kata yang kudengar itu, seperti punya arti tersendiri, tapi aku masih belum mengerti.
8.345.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.5K Vezes como filosofi buah pisang
Ler
+Biblioteca
Terpesona Gus Tampan, Usai Dicampakkan Mantan

Terpesona Gus Tampan, Usai Dicampakkan Mantan

Sehingga para santri tidak akan lagi merasa kelaparan. Fachri melihat ada pohon pisang dengan buah yang sudah matang. Fachri merasa pohon pisang itu tidak ada pemiliknya. Sehingga dengan segera Fachri mengambil pisang itu. Kemudian membawa buah pisang itu menuju santri lainnya. Para santri terlihat begitu bersemangat saat Fachri membawa satu tandan pisang ke hadapan mereka. Tentu saja pisang itu akan menjadi sebuah makanan yang akan memberikan energi pada mereka kembali.
3.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 145 Vezes como filosofi buah pisang
Ler
+Biblioteca
Terjerat Cinta Mafia Sexi

Terjerat Cinta Mafia Sexi

Ia tertawa kecil, rasanya ingin menggigit buah pisang itu dengan kasar. “Sayang, pelan-pelan dong minumnya.” “Iya sayang,” sahut Kasih, namun kini pandangannya masih tertuju pada buah pisang itu. Wilson yang menyadari, segera duduk kembali. Buah pisang miliknya ini memang tidak bisa di kondisikan, kena dingin sedikit langsung bangun. Drett..drett.. Bunyi ponsel bergetar membuat Wilson segera mengangkatnya.
9.693.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 2.7K Vezes como filosofi buah pisang
Show Reviews (56)
Ler
+Biblioteca
Fit
Keren banget ceritanya kak. Tapi si Kasih tuh kenapa mau sih, aturan biarin aja asetnya di ambil ya. eh tapi klo gitu nanti ceritanya beda lgi ya. Tapi aku kan kasian, malah serem gitu kan tuan Wilson nya.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

Bukti-bukti itu sudah cukup. Ya, buah dari ilusi bukanlah buah biasa. Ia akan menggunakannya untuk menyembuhkan penyakit kronis di kaki ayahnya. Tapi ia tahu, ayahnya punya masalah gigi. Buah keras seperti apel jelas bukan pilihan. Buah-buahan tropis seperti durian juga terlalu asing di wilayah utara dan bisa menimbulkan kecurigaan. Pilihan terbaik adalah... pisang.
106.2K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 124 Vezes como filosofi buah pisang
Ler
+Biblioteca
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Dia pun kembali berkata. "Aku, meski suka pisang, tak pernah sama sekali aku menghitung biji didalam pisang karena aku biasanya selalu memakan pisang itu bersama bijinya. Dan karena aku suka pisang, aku pun menerima tantangan Ganesha dengan bodohnya. Waktu itu aku menebak isi biji didalam pisang yang aku baca ada seratus. Dan Ganesha menebaknya tujuh biji saja..."
1076.0K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 2.6K Vezes como filosofi buah pisang
Ler
+Biblioteca
Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Ia mengeluarkan satu buah pisang yang cukup panjang dan berwarna kuning. "Harta karun," soraknya dengan wajah ceria. Aku mengernyit karena pisang itu dianggapnya sebagai harta karun dalamarti positif. Aku hanya menggeleng pelan. Aku mengambil gelas lalu menuangkan air minum. Sementara itu Selia mengupas pisang tersebut dengan santai. "Jadi Om belum bisa tidur nyenyak di sini ya?" "Aku sudah ketiduran tadi, lalu kali ini bangun karena haus."
1038.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 1.4K Vezes como filosofi buah pisang
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
1234568
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status