Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bunga yang Tumbuh di Kegelapan

Bunga yang Tumbuh di Kegelapan

Aku menggenggam USB yang ada di dalam tasku sambil berkata dengan tenang. “Kevin, kematian ayahmu nggak ada hubungannya denganku. Apakah kamu percaya?” Dia menundukkan kepalanya dan terdiam lama. Aku tersenyum pahit. Diam sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan jawabannya. Tanpa ragu, aku mengeluarkan USB dari tasku dan menyerahkan kepadanya. “Kalau suatu hari kamu mendapati bahwa kamu telah salah membenci orang dan salah menyiksa orang, apa yang akan kamu lakukan?”
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Namun kenyataannya, sejak Vanya pergi, hidup Rangga seakan kehilangan nyawa. Tak ada lagi senyuman hangat yang menyambutnya di depan pintu. Tak ada lagi masakan sederhana yang membuatnya merasa pulang. Bunga di halaman layu, ayunan berdebu, dan hanya foto pernikahan yang masih berdiri di ruang tamu—menjadi saksi bisu dari penyesalan yang tak berujung. Saat pintu didorong terbuka, Rangga hampir mendongak dengan penuh harap.
28.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 731 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Rahasia Bunga Kampus

Rahasia Bunga Kampus

Namaku Marina Rasha, mahasiswi tahun pertama jurusan tari. Belum satu bulan sejak kuliah, sudah secara diam-diam disebut sebagai bunga kampus oleh para pria. Saat berjalan di kampus, tatapan-tatapan itu melingkari tubuhku seperti ular, dari dada hingga ke paha, lalu kembali ke wajahku. Aku tahu apa yang mereka pikirkan, pikiran-pikiran kotor dan penuh nafsu.
63.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Munajat Perawan Tua

Munajat Perawan Tua

tanyaku heran. "Kalau kalimat Anda berubah menjadi filosofis, biasanya sedang membicarakan sebuah kejadian lain tanpa ingin saya tahu maknanya,"ucap Celine membuatku terkekeh. "Ya kali gitu doang filosofis,"ucapku beringsut melihat bunga yang telah dirangkai.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Forever Hours

Forever Hours

Ia memilih menatap awan yang pelan-pelan memperbolehkan bintang-bintang menunjukkan eksistensinya. "Aku tau kalau kamu masih bingung soal filosofi bunga itu. Aku nggak maksa kamu buat percaya juga. Tapi ..." Arya menghela napas panjang, mematri senyum lebih merekah yang membuat lubang di pipi kirinya semakin dalam. "... percaya aja sama apa yang hati kamu mau. Kalau masih ragu ... mungkin yang kamu butuhkan adalah waktu."
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Masih ada di sana; foto mereka di sekretariat UKM saat lembur mengerjakan majalah kampus, foto saat mereka berdiskusi panas tentang teori komposisi warna di sebuah kedai kopi pinggiran, hingga sebuah foto bunga edelweis yang nampak sedikit layu. Elang memejamkan mata. Ia ingat betul foto bunga itu. Ia yang memotretnya saat mendaki gunung tahun lalu, lalu mengirimkannya pada Aksara lewat pesan singkat karena tahu sahabatnya itu sangat menyukai filosofi keabadian bunga tersebut. Aksara tidak hanya menyimpannya, ia mengunggahnya dengan caption sederhana: "Sesuatu yang abadi tidak harus selalu segar, ia hanya perlu tetap ada di tempat yang benar."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Thousand Years

Thousand Years

” tanya Heris sembari mengelus janggutnya. Vinia menoleh, raut wajahnya kebingungan. Ia tidak tahu filosofi teratai. Yang dia tahu itu hanyalah bunga yang tumbuh di air. ”Aku tidak tahu dan tidak mau tahu. Yang penting dia terlihat cantik,” seringai Vinia, ia kembali memandangi teratai itu.
104.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Cinta dari Perempuan Berwujud Iblis

Cinta dari Perempuan Berwujud Iblis

Namun dia memilih untuk tidak mengambil pusing hal tersebut. Perempuan itu berjalan menuju rimbunnya semak-semak di depan sana. Jika di dunianya, bunga serta dedaunan dominan berwarna kemerahan. Nama-nama bunganya pun bermacam-macam. Ada bunga kematian, bunga pengantar musibah, bunga kutukan, semuanya berduri dan memiliki aroma busuk bagaikan fosil dinosaurus yang sedang mengalami proses dekomposisi.
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

tanya Shi Yun. "Aku sedikit mendapat ingatan dari mendiang ayahku, bunga ini sangat mirip dengan Bunga Mahkota Ratu. Jadi, penangannya pun tidak bisa sembarangan. Aku yakin, bunga ini memiliki pecahan jiwa dari makhluk kuno yang sangat kuat..." kata Bara. "Bagaimana Tuan bisa yakin dengan itu?" tanya Shi Yun.
1076.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Pemuas Nafsu Liar Majikanku

Pemuas Nafsu Liar Majikanku

Kini tinggallah Azalea dan Kenji wanita itu kembali melihat bunga yang Kenji bawa, tadi ingin bertanya tapi nggak enak sama Arya. “Ini bunga apa sih Kenzi?” Tanyanya sambil memainkan kelopak bunga itu. “Ayo tebak ini bunga apa?” Pria itu malah mengajak Azalea main tebak-tebakan. Azalea menaikkan kedua pundaknya, “Mana aku tahu, aku seorang bukan seorang ahli Botani yang tahu nama-nama bunga.” “Tebak saja siapa tahu tebakanmu benar kalau benar akan aku traktir makan malam tapi kalau salah kamu yang traktir aku makan malam.” Tantang Kenzi.
10238.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.5K kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status