Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Penjual Bunga

Wanita Penjual Bunga

serobot Metha kembali bertanya. "Kami hanya ingin ber-" "Cukup!" sanggah Metha menunjukkan telapak tangannya ke arah mereka sebagai kode agar Philip berhenti berbicara. Ia membisikkan sesuatu pada anak kecil itu seraya memberikan bunga lily tadi yang sempat ia simpan di sembarang tempat. Anak kecil itu tampak menganggukkan kepalanya. Kemudian berdiri dan berlari menjauhi mereka berlima.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Hasrat sang Konsultan Idaman

Hasrat sang Konsultan Idaman

Ya, Bimo merasa siap bertanggung jawab, jika pada akhirnya Yuriko nanti berkeras dan tak mau mengerti. "Kutukkan ilmu.?! Ilmu macam apakah yang berada di luar nalar manusia itu Kak Bimo..?" tanya Yuriko, masih tak paham dengan ilmu yang dimaksud Bimo. 'Hhh..! Sepertinya terpaksa harus kutunjukkan di depan matanya, agar Yuriko lebih paham', bathin Bimo. "Misalnya seperti ini Yuriko. Lihatlah bunga Sakura berwarna putih di pohon itu," ujar Bimo, seraya tangannya menunjuk ke arah bunga sakura yang mekar berwarna putih.
9.157.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Ketika Bertemu Denganmu

Ketika Bertemu Denganmu

Meskipun begitu, hati dan perasaannya terasa tenang, menyenangkan. Mungkin pengaruh dari aroma bunga yang seakan menjadi aroma terapi baginya. Sampai tiba saatnya ketika Belva kembali melihat Ares datang lagi saat dirinya sedang memilih beberapa tangkai bunga Peony untuk keperluan pesanan buket bunga. Apa yang Ares lakukan di sini? Beberapa bunga yang masih berada di genggaman segera diletakkan begitu saja di atas meja oleh Belva, sementara dirinya berusaha untuk kabur dari situasi yang tidak dia inginkan.
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 501 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....

ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....

“Saya gak tahu. Jadi beritahu saya, bunga apa saja yang bisa memberi kesan romantis?” “Oh, banyak, Kak. Yang paling umum pada dicari itu mawar merah, Kak. Lalu ada juga yang mencari lavender, tulip, lili, mawar putih, anyelir, peony dan lain-lain tergantung momennya, Kak. Mereka biasanya percaya jika setiap bunga memiliki filosofinya masing-masing soalnya, Kak.” Jordhy mengangguk-angguk. Namun, dia malah semakin bingung. “Bisa tolong jelaskan filosofinya!” titahnya.
1032.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

“Forget-me-not … adalah bunga yang unik.” Bergumam kecil di perpustakaan sepi yang tengah digandrungi olehnya sendirian saat ini, karena murid-murid lain sepertinya sedang sibuk di aktivitas mengisi waktu luang jam istirahat dengan kerjaan lain, putri sulung Marquess Eiren, Alesya, … perempuan muda bermata jeli yang saat ini tengah mengusap pelan permukaan kasar buku tentang filosofi bunga itu, menopang tulang pipinya rileks.
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Campakkan Ternyata Jutawan

Istri yang Kau Campakkan Ternyata Jutawan

celetuk pria itu membuat Dara kalang kabut dan tanpa sadar mengambil buket bunga untuk menutupi setengah wajahnya. “Apa filosofi bunga mawar hitam?” Dara sengaja mengubah topik sensitif ini, tidak baik ia membiarkan jantungnya berdebar kencang hanya karena ucapan yang belum tentu kebenarannya. “Makna mawar hitam bisa berbeda tergantung dari niat pengirim dan momen pengirimannya. Ada kesedihan, keberanian, kematian, hingga cinta yang tulus.” Sagara menjelaskan dengan lugas. Tangannya mengambil satu kue jadul yang menarik perhatian.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Kau pasti bertanya-tanya tentang bunga itu juga, kan? Jujur saja, bunga itu kesayangan Nona Aza, dan mungkin saja bunga itu tidak cuma terhubung ke bulan, melainkan ke sesuatu yang lain.” Aku bisa mengerti apa yang Bibi maksud. Kesimpulan itu juga kupikirkan. Raut Bibi merenung. “Ketika arwah ada di dekatnya, bunga itu mekar.” “Itu gagasan yang cukup liar,” komentarku, begitu saja. “Tapi gagasan ini cukup terbukti, kan?” “Memang. Ada yang aneh dari bunga itu.” “Yah, Bibi rasa kau lebih paham. Dan apa-apaan itu tadi?” tuntutnya. “Kau meminta Pita apa? Sejak kapan kau mulai memikirkan hal terlarang begitu?”
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Kode Prosa Aisha

Kode Prosa Aisha

kata Recha. “Bunga?” tanya Diksa memikirkan, “bunga merah. Traeum.” “Bunga?” Filan bergumam pelan. Suatu ingatannya muncul berkilat, membuatnya batinnya tersentak. Otaknya merasa seperti tersengat listrik bertegangan rendah. “Did you get something, Kak?” “Aku pikir ... terkait sama bunga enggak ada salahnya,” Filan mengakui asumsinya sendiri.
9.82.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Bayangan Untuk Pria Konglomerat

Menjadi Istri Bayangan Untuk Pria Konglomerat

"Aneh sekali." "Sesuai filosofinya, sih, Mbak. Tidak ingin dilupakan. Cocok sebagai bunga perpisahan. Misalnya untuk teman yang akan pindah jauh atau bisa juga untuk teman yang mau menikah. Lebih ekstrem lagi ... buat mantan." Pegawai itu lantas tertawa, kemudian memberikan buket yang sudah jadi kepada pembeli. "Forget me not," ucap Almaira berbisik. Dari sekian banyak bunga, kenapa Almaira harus tertarik dengan bunga yang ternyata memiliki arti hampir sama dengan keadaannya saat ini?
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 522 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan

Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan

Yuga terduduk lemas di atas lantai sembari kedua tangannya mencengkeram rambutnya sendiri dengan kuat, melontarkan raungan kepedihan yang teramat parah. Dia sudah salah dengan teramat parah, salah hingga tidak bisa dimaafkan lagi! Dia membeli seikat bunga krisan putih, lalu berdasarkan alamat yang pernah diucapkan oleh teman sekelasnya dulu, dia berhasil menemukan area pemakaman Shania. Di atas batu nisan tidak tertera foto apa pun, tampak sangat sederhana hingga membuat hati teramat perih. Yuga berlutut di depan batu nisan, meletakkan seikat krisan putih di bagian depan nisan, lalu menyandarkan dahinya pada permukaan batu nisan yang dingin.
9.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai filosofi bunga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status