PESONA ISTRI NAKAL CEO
“Biarlah aku hancur sendirian. Tanpa air mata untuknya, tanpa amarah untuknya, hanya untuk diriku sendiri.”
Gelap malam menyelimuti apartemen Reina. Dari balik jendela, hanya gemerlap lampu kota yang tampak, berkelip di kejauhan seperti saksi bisu dari kesepiannya. Ia meneguk sisa alkohol di gelas, memejamkan mata sejenak, membiarkan dirinya tenggelam dalam kegalauan yang pekat. Namun perlahan, di antara kabut mabuk dan luka, mulai tumbuh tekad samar untuk bangkit.
Hot Chapters