Jabakan Maut Sahabatku
Dengan terhuyung-huyung, aku mengambil mainan, menyalakan ke mode paling kuat dan meringkuk sambil terisak di lantai.
Bayangan tatapan tajam pria itu, sentuhan jarinya yang lambat, tapi sangat ahli, postur tubuhnya yang kekar, serta aroma maskulin pria dewasa yang kuat, semuanya terekam jelas di ingatanku. Semua itu merangsang tubuhku yang memang sudah tak terkendali ini.
Aku melampiaskannya berkali-kali di depan pintu, barulah akhirnya bisa sedikit meredam gemetar tubuhku.
Hot Chapters