Pulang
Kenangan yang membuat hati kembali terasa sakit, Yotta menghapus bulir bening yang lolos dari sudut matanya, mengambil beberapa potong kayu dan menyalakan api untuk memasak air.
Api menyala, asap putih kembali terlihat perlahan mengisi ruangan, Yotta duduk memeluk kedua kakinya, menyembunyikan wajah yang kembali menangis.
Rasa pilu dalam hati semakin menjadi-jadi, luka yang terasa semakin dalam seiring asap yang semakin menyebar.
Meskipun sudah mencoba berulang kali, membuat dirinya lebih tenang agar bisa menjadi sosok yang kuat untuk si kembar, nyatanya dia begitu rapuh.
Hot Chapters