Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
REUNI

REUNI

Aku nggak tahu mau mengobrol apa lagi, hanya ada desahan tarikan napas yang teratur. "Wina, apa nama kampung ibu kamu?" "Ciomas." "Sebelah mananya Gor Ananda?" Aku mengerjap takjub. Aku nggak nyangka dia tahu Gor Ananda. "Kok kamu bisa tau Gor Ananda." Tama terkekeh singkat lalu sedikit menjelaskan bagaimana dia bisa tahu soal gor tersebut. "Jadi, jika suatu saat nanti kebetulan aku ada di sana dan nggak tau arah, bagaimana caraku menemukan rumah ibumu?" tanya Tama mengajakku berandai.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 491 kali sebagai fontaine
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Baca Semua Ulasan
Mémoire

Mémoire

suara supir Sèanne membangunkannya dari bayangan itu. Sèanne membuka matanya perlahan, di depannya bangunan bergaya victoria berdiri dengan megah. Sèanne mengeluarkan kaca mata hitam lantas memakainya, sebelah kaki jenjangnya keluar dari dalam mobil di susul tubuh tingginya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai fontaine
Baca
+Pustaka
SALQUEEN

SALQUEEN

Lo pasti senang kan di follback cogaaaan BARAQUEEN BARAQUEEN BARAQUEEN stellavalencia lo yg fllw cha? mntep jga ide lo acha cantik Iya dong, Acha gitu loh salqueen acha sialan, awas aja lo cha. mau letak di mana muka gue besok kalau ketemu sama baraa? astaga chaa acha cantik Yaa di depan dong Queen Gimana sih lo Lagian juga ni yaa, gue tau lo suka Baraa
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai fontaine
Baca
+Pustaka
Hoffen

Hoffen

Lin menganggukkan kepalanya dan langsung melajukan mobil kembali dengan kecepatan sedikit kencang. Sepuluh menit kemudian, mobil mulai memasuki gang menuju rumah Lio. Hanya saja, Sev sangat tidak asing dengan daerah ini. Tapi dia tidak begitu ingat. Mobil pun terhenti tak jauh dari beberapa rumah yang ada di hadapannya. Sev melihat dari luar jendela. “Rumah Lio yang mana?” “Menurut informasi yang didapatkan, rumah Lio itu yang cat pastel pink,” jawab Lin ikut melihat rumah bercat pastel pink. Tidak jauh dari tempat dia berhenti.
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai fontaine
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS
Baca
+Pustaka
Laurene

Laurene

Entah dari mana kata-kata itu muncul dan tiba-tiba keluar dari bibirnya. "Gak gelap kok, tuh liat ke atas!" Tony berkata sambil menunjuk ke arah langit di atas sana. Di atas sana, di balik daun-daun dan ranting pohon mahoni di halaman sekolah, langit senja tampak begitu merah dan merona, tampak siluet-siluet berwarna merah bercampur jingga yang begitu mempesona. Seketika hati Laurene menjadi berbunga-bunga melihat keindahan langit sore itu.
9.94.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai fontaine
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

GERIMIS Gerimis ing latar omah Nelesi lemah garing Kaya-kaya ngece ati iki Ati kang tansah garing Ananging kui gur cerita lawas Dina iki Waktu iki Ati garing wes teles kebes Geting Geting karo gerimis kang gebyur ati iki Kang gawe uripku ruwet Kang gawe atiku ketar-ketir Gerimis metuk udan Udan metuk gerimis Lungo ninggalke lemah teles Meneng-meneng suket tukul ana ing kana Slirahmu sek tak getingi Slirahmu sek gawe awakku guyu Rasa-rasa mendung Maleh dadi rasa tresno Duh, gusti matursuwun Sekabehane puji kagungane. panjenengan
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai fontaine
Baca
+Pustaka
PARAMOUR

PARAMOUR

“Apa yang sudah kau lihat?" “Apa yang kau harapkan dari jawabanku? Menemukan gambar perempuan di sana? Atau apa?” Nathan terdiam, ia benar-benar takut Kiara melihat isi bukunya. “Tidak ada, hanya tulisan tanganmu, gambar taman dan gereja, oh! San Francisco, Verona dan Scoula Grande, where's San Rocco?" "Venice.” "Wow! Dan kau berencana pergi ketempat-tempat ini?"
546 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai fontaine
Baca
+Pustaka
SEQUOIA

SEQUOIA

Nihil, kalo Joi bilang tidak ya tidak. Senyum Baskara terbentuk indah, sempat dipuji Joi dalam hati. Ya ... kalau tentang ketampanan sih Joi tak dapat menyangkal. "Ayo masuk!" Beda dari biasanya, Baskara tidak lagi menyeret Joi seperti yang lalu. Kini ia mengimbangi jalan cewek itu, sehingga terlihat alami. Padahal Joita sedang menahan umpatan sekarang, karena Baskara mengapitnya tepat di ketek. Tidak bau, harum malah. Sayang, Joi tidak menyukai aromanya, dapat ia tebak bahwa Baskara memakai aroma citrus. Ya, citrus, parfum yang kata orang segar karena beraroma jeruk. Tapi, lain lagi untuk Joi. "Selera parfum lo aneh!"
7.52.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai fontaine
Baca
+Pustaka
MY TREASURE

MY TREASURE

Bingung ingin mengajak Diana ke mana. Diana melihat sebuah jembatan yang di sisi-sisinya penuh dengan gembok, tak jauh dari tempatnya berdiri. “Apa itu?” tunjuknya pada jembatan yang melintasi sungai Seine. Menghubungkan museum dengan Instute de France. “Itu Pont des Arts, tempat memasangkan gembok cinta bagi pasangan kekasih,” jawab Mike tenang. Mike tidak menyadari mata Diana yang membulat mendengar perkataannya. Wanita itu langsung menyeret Mike ke sana.
10107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai fontaine
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status